Pemkab Purwakarta Libatkan PDAM Tanggulangi Krisis Air Bersih

Pemkab Purwakarta Libatkan PDAM Tanggulangi Krisis Air Bersih
istimewa

INILAH, Purwakarta – Kekurangan air bersih, sejauh ini menjadi salah satu persoalan yang acapkali menghantui sebagian besar masyarakat di Kabupaten Purwakarta di kala musim kemarau tiba. Merujuk catatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) setempat, ada puluhan desa di 10 dari 17 kecamatan yang ada rawan terjadi kekurangan air.

 

Kepala DPKPB Kabupate Purwakarta, Wahyu Wibisono menuturkan, data yang diperoleh dinasnya itu merupakan hasil laporan tahun lalu dari masing-masing desa yang terdampak kekeringan. Data tersebut, saat ini juga menjadi rujukan jajarannya guna meminimalisasi kerugian dampak musim kering. Termasuk, rujukan penanggulangan krisis air bersih.

 

“Alhamdulillah, di musim kemarau tahun ini kami belum menerima laporan adanya warga yang telah mengalami kekurangan air bersih,” ujar Wibi kepada INILAH, Senin (7/9/2020).

 

Terkait upaya yang akan dilakukan jajarannya jika terjadi krisis air di masyarakat, yakni memberikan bantuan jangka pendek berupa pengiriman air bersih. Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan kordinasi lintas instansi, termasuk dengan PDAM setempat.

 

“Upaya jangka pendeknya, dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke daerah yang kesulitan air bersih tersebut,” kata dia.

 

Sementara itu, perusahaan daerah air minum (PDAM) Purwakarta, juga mulai meningkatkan kewaspadaan terkait dengan acaman kekeringan. Sejauh ini, perusahaan daerah itu sudah menyiapkan segala sesuatunya guna mengantisipasi krisis air bersih. 

 

Direktur Utama PDAM Kabupaten Purwakarta, Dadang Saputra, mengatakan, persiapan menghadapi musim kemarau sudah dilakukan sejak Juni kemarin. Mengingat, bercermin pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap kemarau, sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih.

 

“Kita sudah siapkan armada, yang bisa mobile setiap saat. Jika ada laporan krisis air bersih, maka armada itu langsung meluncur ke lokasi,” ujar Dadang.

 

Dadang menuturkan, jajarannya telah menyiagakan lima armada untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Masing-masing armada, kapasitasnya mencapai 4 ribu liter. Armada itu, akan melayani masyarakat dari pagi hingga malam hari.

 

“Untuk teknisnya ada di dinas terkait. Jadi, masyarakat laporannya ke BPBD. Dari BPBD, kemudian diteruskan ke PDAM. Setelah itu, petugas akan langsung melayani warga, sesuai dengan permintaan dan arahan dari instansi penanggulangan bencana tersebut,” jelas dia.

 

Dengan kata lain, pelaporannya harus satu pintu. Akan tetapi, bila krisis air bersihnya terjadi di wilayah jaringan, serta diakibatkan gangguan teknis PDAM, warga bisa lapor langsung ke bagian terkait di PDAM.

 

“Kalau yang mengalami krisis airnya pelanggan kami, maka laporannya langsung ke kami. Kami akan kirimkan air bersihnya langsung ke pelanggan,” tambah dia. (Asep Mulyana)