Daddy Sorot Rencana Emil 'Ngutang' Rp4 T ke SMI

Daddy Sorot Rencana Emil 'Ngutang' Rp4 T ke SMI

INILAH, Bandung – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Daddy Rohanady menyoroti rencana pemerintah provinsi untuk melakukan pinjaman sebesar Rp4 triliun dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dia mengatakan, dengan adanya pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang notabene BUMN milik Kementerian Keuangan tersebut, bakal mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat hingga 10 tahun mendatang.

Kendati tanpa bunga, pinjaman tersebut kata Daddy tetap akan dikenakan biaya provisi dan administrasi. Hal ini tentu saja menambah nilai utang pinjaman Pemprov. 

Selain itu, lanjut dia, masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil hanya akan berlangsung tinggal empat tahun lagi. Sehingga, menurutnya, kebijakan yang diambil, otomatis bakal memberatkan pimpinan selanjutnya, mengingat tenor yang diajukan selama 10 tahun.

“Total pinjaman Rp4 triliun. Adapun rinciannya, Rp1,9 triliun untuk APBD Perubahan tahun 2020 dan sisanya sebesar Rp2,1 triliun untuk APBD murni tahun 2021. Interest rate (suku bunga) nol persen, dengan jangka waktu 10 tahun. Atas pinjaman tersebut, Pemprov Jabar dikenakan biaya provisi 1% (Rp 40 miliar) dan biaya administrasi 0,815% (Rp 7,4 miliar),” jelas Daddy, Senin (7/9/2020).

“Pemprov dengan pinjaman ini kan tenor 10 tahun. Sedangkan Ridwan Kamil masa kepemimpinannya menjadi gubernur, tinggal empat tahun lagi. Kita sudah dengar beliau ingin ke atas, nyapres. Kalau dia naik, berarti gubernur dan DPRD Jabar berikutnya beserta seluruh masyarakat dapat warisan utang yang harus dilunasi. Dan ini menjadi beban APBD Jabar,” sambungnya.

Daddy berharap, dalam upaya pinjaman ini memang betul-betul dapat dimaksimalkan sehingga memberikan manfaat agar tidak hanya menjadi beban provinsi selama 10 tahun mendatang.

“Ini bakal menjadi nomenklatur baru dalam struktur APBD Provinsi Jawa Barat selama 10 tahun ke depan. Selain pinjaman daerah, akan ada pengembalian pinjaman daerah. Semoga semua membawa manfaat untuk seluruh masyarakat dan menaikkan kembali Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Khususnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang memang sedang terpuruk akibat Covid-19 ini,” harapnya. (yuliantono)