Walah...117 Pegawai Pemkot Bandung Terpapar Covid-19

Walah...117 Pegawai Pemkot Bandung Terpapar Covid-19
ilustrasi/net

INILAH, Bandung - Sebanyak 117 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan swab tes. Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

"Yang terkonfirmasi positif 117 itu gak cuma ASN, pegawai di lingkungan Pemkot Bandung," kata Koordinator Bidang Perencanaan Data, Kajian dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara, Senin (7/9/2020).

Menurutnya, pemeriksaan secara masif kepada pegawai telah dimulai sejak 27 Agustus dengan tujuan mencari kasus aktif agar segera diisolasi dan tidak menyebar. Hasil 117 pegawai yang positif Covid-19 itu didapat dari tes usap yang dilakukan kepada kurang lebih 1.900 pegawai.

"Pemeriksaan direncanakan ke-30 Kecamatan dan 32 SKPD. Pimpinan memilih 50 orang yang mobilitas banyak, bertemu orang banyak dan kontak dengan orang," ucapnya.

Ahyani menyebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mendata 117 orang yang positif Covid-19 tinggal di daerah mana untuk dilakukan penyelidikan epidemologi di lingkungan rumahnya. Mereka melakukan isolasi mandiri di rumah jika tanpa gejala dan di rumah sakit jika terdapat gejala.

"Zona Bandung masih oranye (angka reproduksi) sangat dinamis naik turun tergantung temuan kasus positif. Kemarin 6 September 0,93 sebelumnya 0,80 sekian. Artinya semua harus waspada," ujar dia.

Sambung dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemologi terkait pelacakan penyebab para pegawai tepapar Covid-19. Menurutnya, pihaknya belum menemukan klaster baru dalam temuan kasus dan masih bersifat transmisi lokal.

"Iya, (117) kebanyakan OTG, mereka pada ngantor. Lebih 80 persen Covid-19 tidak menunjukkan gejala, yang ketemu 80 persen tanpa gejala dan tidak ditemukan berat," jelasnya.

Ahyani mengatakan, pelayanan di sejumlah dinas atau kecamatan yang diketahui pegawainya positif Covid-19 ditutup sementara waktu untuk disterilisasi. Sedangkan pegawai yang negatif akan diatur lebih jauh terkait aktivitasnya di kantor.

Dia menambahkan, tes masif dilakukan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 serta memperlambat laju virus di masyarakat. Terlebih katanya kasus positif Covid-19 banyak menyerang masyarakat tanpa gejala. (Yogo Triastopo)