Agar Mudah Lacak Covid-19, Gubernur Minta Pegawai Isi Form Harian

Agar Mudah Lacak Covid-19, Gubernur Minta Pegawai Isi Form Harian
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Antara Foto)

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menginstruksikan agar setiap pegawai di perusahaan dapat mengisi form kegiatan harian. Hal ini dilakukan agar memudahkan pelacakan jika kembali muncul klaster baru. 

Juru Bicara Gugus Tugas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, mengisi kegiatan harian ini bukan hanya saat berada di tempat kerja. 

"Pak Gubernur sudah mengintruksikan ke pengusaha untuk bisa agar para pegawai mengisi kegiatan harian bukan hanya di tempat kerja tapi juga di luar misalnya di rumah dan luar rumah," ujar Daud, Selasa (8/9/2020).

Menurut Daud, dengan mengisi form tersebut maka akan diketahui ke mana para pegawai saat di luar kantor termasuk kegiatan yang dilakukan oleh mereka. Dengan begitu, diharapkan kluster Covid-19 di industri dapat segera terhenti. 

"Tapi formnya sederhana. Maksudnya, kalau terjadi seperti sekarang pelacakan lebih mudah dan mudah-mudahan klaster inudstri bisa segaea behenti," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, klaster Covid-19 di kawasan industri Bekasi muncul setelah ditemukannya sejumlah pegawai yang positif. Daud memastikan, pihaknya telah mengantisipasi guna memutus rantai penyebaran. 

"Dan yang jelas, mereka yang terkonfirmasi positif sudah ditangani dengan baik antara satgas industri dan di pemerintah daerah," ungkapnya. 

Menurut dia, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun sudah mengunjungi salah satu industri di kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi menyusul adanya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, juga telah berkoordinasi dengan sejumlah Satgas industri dan para pengusaha di Bekasi dan Karawang. 

Secara umum, menurut dia,  industri besar itu sudah menerapkan protokol kesehatan ketat, hanya yang perlu diwaspadai dan ditidak lanjuti lantaran kemungkinan klaster ini tidak ada transmisi dari dalam industri tersebut. 

"Jadi industri itu sulit untuk bisa melacak dan memonitor kegiatan pekerja pegawai di luar kantor. kemungkinan mereka terpapar di luar kantor dan masuk kerja, baru ada penularan internal," kata dia. 

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Dendi Hermandi mengatakan terdapat protokol kesehatan di industri yang dapat dilakukan secara online. Di kana semua perusahaan yang memiliki izin beroperasi dan kegiatan industri harus melaporkan secara periodik per minggu terkait protokol kesehatan.

"Dan laporan ini ada 5.585 industri ini dipelajari laporannya terkait prookol kesehatan. ini memang ada beberapa perusahaan di MM2100 dan di Deltamas dan Jababekas, namun informasi ketika kami ke sana salah satu perusahaan sempat ditutup karena penyebaranya ini ada di beberapa tempat karena orang terpapar itu mobiltasnya tinggi," ujar Dendi. 

Di saat penutupan itu, industri melakukan perbaikan protokol, misalnya area rokok dihilangkan, juga di tempat makan terdapat meja masing-masing. Sementara untuk yang terkonfirmasi Covid di pabrik tapi tidak ditutup, karena tersebar di satu line produksi.

"Jadi setelah dilakukan PCR itu hanya satu line produksi. jadi hanya itu saja. Tidak bisa ketika ada satu tempat ptoduksi di pabrik kena langsung semua ditutup," pungkasnya. (riantonurdiansyah)