Di Tengah Ancaman Kekeringan, Gapoktan Gandoang Jaya Lakukan Panen Raya

Di Tengah Ancaman Kekeringan, Gapoktan Gandoang Jaya Lakukan Panen Raya
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cileungsi - Di tengah ancaman bencana kekeringan, Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor tetap bisa melakukan panen raya padi di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi.

"Alhamdulillah, di saat musim kemarau kami bersama Gabungan kelompok petani Gandoang Jaya masih bisa memanen raya padi. Hal ini bisa terjadi karena di lokasi ada embung hingga bisa mengirigasi air ke sawah milik petani tersebut," ucap Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Dia menerangkan, di satu hektare sawah yang ditanami padi organik itu para petani berhasil memanen 8,1 ton. Sementara, di sawah yang ditanami padi nonorganik itu hasil panennya hanya 7,2 ton.

"Dengan hasil panen tersebut, kami pun menyarankan agar petani mulai beralih ke padi organik karena selain hasil panennya lebih banyak, harga jual padi organiknya juga lebih mahal hingga keuntungan yang didapat petani lebih besar," terangnya.

Nuriyanti menuturkan, musim kemarau tetap mempengaruhi produksi padi terutama di wilayah Kecamatan Jonggol, Cariu, Tanjungsari maupun sekitarnya.

"Saat ini di Bumi Tegar Beriman, sawah irigasinya lebih banyak dari pada sawah tadah hujan, namun untuk wilayah Kecamatan Jonggol, Cariu dan Tanjungsari yang banyak sawah tadah hujannya kita membutuhkan embung atau Waduk Cijuray  hingga kita pun meminta bantuan pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membiayai dan melaksanakan pemangunannya," tutur Nuriyanti.

Dia menjelaskan, penolakan pembangunan Waduk Cibeet sebelumnya pada 2018 lalu sempat mengalami penolakan dari masyarakat Desa Kuta Mekar, Kecamatan Cariu. Namun setelah akan dibangun Waduk Cijuray, ia yakin masyarakat sekitar yang umumnya petani akan menyetujui rencana pembangunan Waduk Cibeet dan Cijuray.

"Rencana pembangunan Waduk Cibeet tersebut sempat ditolak masyarakat Desa Kuta Mekar, karena manfaatnya hanya untuk menanggulangi banjir di Kabupaten Bekasi dan karena masyarakat dijanjikan untuk dibangunkan Waduk Cijuray untuk irigasi air ke sawah miliknya, mereka secara prinsip akhirnya menyetujui," jelasnya.

Mengenai sawah padi di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng dan beberapa desa di Kecamatan Sukajaya yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana banjir bandang dan longsor, Nuriyanti memaparkan bahwa jajaran Distanhorbun bersama petani maupun masyarakat sudah melakukan berbagai upaya agar sawah-sawah tersebut kembali bisa ditanami tanaman padi. (Reza Zurifwan)