Tentara Islam disebut Pasukan Iblis oleh Persia

Tentara Islam disebut Pasukan Iblis oleh Persia

Sa'ad bin Abi Waqqash radhiallahu anha termasuk orang yang memeluk Islam di awal turunnya wahyu setelah mendengar kabar dari sahabatnya, Abu Bakar Siddiq radhiallahu anha. Beliau termasuk sahabat yang memiliki banyak karomah karena Rasulullah pernah mendoakannya, "Ya Allah, kabulkanlah Saad jika dia berdoa."

Salah satu riwayat menceritakan ketika Sa'ad dan tentara muslim akan menaklukkan Persia di pertempuran Qadisiyyah, perjuangan mereka terpaksa ditangguhkan karena air pasang yang sangat tinggi di Sungai Tigris sehingga memisahkan mereka dengan pasukan lawan. Sedangkan perahu-perahu telah ditambatkan di tepian.

Setelah pasukannya berdiam disana beberapa hari, Salman Al-Farisi berkata, "Wahai sungai dari sungai-sungai Allah, tidak bisakah kau membawa tentara Allah?" Kemudian Sa'ad dan Salman, serta para pasukan lainnya sejumlah sekitar 30.000 tentara secara berpasang-pasangan menyeberangi sungai itu sambil terapung bersama kuda-kuda mereka.

Sa'ad berkata, "Cukuplah Allah bagi kami, Dialah sebaik-baik Zat tempat memasrahkan diri. Demi Allah, Allah benar-benar akan menolong wali-Nya, memenangkan agama-Nya, dan mengalahkan musuh-Nya, jika dalam diri pasukan tidak ada kejahatan atau dosa yang mengalahkan kebaikan."

Salman berkata kepada Sa'ad, "Sesungguhnya Islam itu baru. Demi Allah, lautan tunduk kepada Sa'ad dan pasukannya seperti halnya daratan tunduk kepada mereka. Mereka menyeberangi sungai, hingga air itu tidak terlihat dari tepian. Sambil terapung di sungai, mereka berbincang-bincang lebih banyak daripada ketika mereka berjalan di daratan. Mereka berhasil melintasinya, tidak ada sesuatu pun yang hilang, dan tidak ada seorang pun yang tenggelam." (Diriwayatkan oleh Abu Na'im dari Abu Bakar bin Hafsh bin `Umar)

Ketika tentara Persia melihat pemandangan menakjubkan ini, mereka melarikan diri seraya berteriak karena ketakutan, "Pasukan iblis telah datang. Mereka itu jin, bukan manusia."

Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi. Keajaiban serupa ini bukanlah termasuk mukjizat, karena Rasulullah adalah Nabi terakhir, maka terputuslah mukjizat setelah Rasulullah wafat.

Keajaiban yang ditunjukkan oleh para sahabat disebut sebagai karamah, yakni kemampuan manusia awam berupa kejadian luar biasa pada dirinya atas izin Allah. (DOS)