Pemilik Ruko Tolak Ganti Rugi Kios dari PD Pasar Tohaga 

Pemilik Ruko Tolak Ganti Rugi Kios dari PD Pasar Tohaga 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Yayan Sofyan, pemilik ruko di Blok C Pasar Cisarua menolak ganti rugi kios yang ditawarkan Unit Pasar Cisarua maupun PD Pasar Tohaga. Pasalnya, luas kios tidak seimbang dengan ruko dua lantai yang dia miliki.

"Luas ruko saya 72/36 meter sementara  yang ditawarkan Unit Pasar Cisarua atau PD Pasar Tohaga hanya 3 kios dengan total luas 15 meter, oleh karena itu saya menolak ganti rugi tersebut," tegas Yayan kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Ayah 3 orang anak ini menerangkan kalau ganti rugi tidak sesuai, maka ia akan menuntut ganti rugi atas dibongkar ruko miliknya yang dilakukan kontraktor pembangunan Pasar Cisarua pada awal Bulan September kemarin.

"Setidaknya saya diberikan ganti rugi 7 kios karena luas lahan ruko saya sebelumnya 36 meter, ini saya baik hati karena kalau dihitung luas bangunan 72 meter harusnya saya minta ganti rugi 14 ruko. Saya juga minta kios-kios tersebut bentuknya Akte Jual Beli (AJB) dan bukannya Hak Guna Usaha (HGU)," terangnya.

Sofyan juga kecewa kepada Unit Pasar Cisarua yang mengatakan AJB ruko miliknya sudah kadaluarsa, karena menurutnya lahan tersebut dimiliki oleh PT. Bina Axioma.

"Ruko tersebut milik PT. Bina Axioma yang dibeli oleh 22 orang pemilik AJB, kami tidak pernah memperjual belikan ruko ataupun lahan kami  kepada PD. Pasar Tohaga atau Pemkab Bogor. Kami sudah kooperatif terhadap pembongkaran ruko tetapi malah Unit Pasar Cisarua yang tidak melakukan tindakan persuasif karena sebelum ruko dibongkar, kami tidak pernah menerima surat akan adanya pembongkaran," tutur Sofyan.

Ditemui terpisah, Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan membantah bahwa surat yang dimiliki oleh Yanyan Sofyan berbentuk AJB, tetapi Hak Guna Bangunan (HGB).

"Seingat saya dan suai hasil penulusuran tim legal hukum kami, surat yang dimiliki oleh Yanyan Sofyan adalah HGB dan bukannya AJB, selain itu HGBnya juga kadaluarsa pada 3 atau 4 tahun yang lalu. Permasalahan ini kabarnya juga sudah diselesaikan secara persuasif berupa mendapatkan kios pengganti," singkat Haris.

Sementara itu, berdasarkan bukti yang disampaikan Yayan Sofyan, ia memiliki surat perjanjian pengikatan jual beli tanah dan bangunan pada Tahun 1989 yang disaksikan notaris bernama Lindasari Bachroem SH dan beralamat di Jalan Dr Sumeru nompr 29, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (Reza Zurifwan)