Pasca DKI Tarik Rem Darurat, Bodebek Masih Terapkan PSBB Proporsional

Pasca DKI Tarik Rem Darurat, Bodebek Masih Terapkan PSBB Proporsional
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kebijakan penanganan Covid-19 di Jawa Barat khususnya kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) kerap bersinggungan dengan DKI Jakarta. Saat ini, DKI Jakarta menarik rem darurat dengan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Lantas bagaimana dengan Bodebek?

Diketahui, sejak awal pandemi Covid-19 kebijakan yang diterapkan wilayah Bodebek selalu seiring sejalan dengan DKI Jakarta sebagai episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Terlebih, Bodebek berbatasan langsung dengan ibu kota negara. 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, saat ini pihaknya belum membahas terkait hal tersebut.

"(Dalam) rapat kemarin belum dibahas," ujar Daud saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Menurut dia, saat ini PSBB Proporsional masih diterapkan di wilayah Bodebek yang meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. PSBB proporsional ini diterapkan hingga 29 September 2020 mendatang.

"Pak gubernur (Gubernur Jabar, Ridwan Kamil) juga ke bupati/wali kota menekankan PSBM (pembatasan sosial berskala mikro), skala mikro dan komunitas," katanya.

Daud memastikan, keputusan terkait kebijakan penanganan Covid-19 di wilayah Bodebek ke depan akan diambil setelah kepala daerah baik itu bupati/wali kota di Bodebek memutuskan menyesuaikan dengan DKI Jakarta atau tidak.

"Bodebek sekarang PSBB proporsional, ada zona zona. Nanti apakah bupati wali kota akan menyesuaikan, baru kita bisa memutuskan," tegasnya.

Kendati demikian, Daud mengungkapkan, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bogor yang menerapkan kebijakan jam malam di tengah penerapan PSBM

"Kota Bogor diapresiasi gubernur terkait jam malam. PSBM jam 9 sampai setengah 12 malam keliling, kerumun dibubarkan, kafe yang buka didenda," katanya.

Daud juga mengungkapkan, Wali Kota Bogor Bima Arya mengapresiasi kebijakan yang diputuskan DKI Jakarta. Meski begitu, Pemerintah Kota Bogor pun akan melakukan evaluasi apakah menyesuaikan dengan DKI Jakarta atau melanjutkan PSBM.

"Tapi jika kita melihat ke belakang, apapun yang dilakukan DKI, gubernur bilang miroring dengan DKI. Apa yang dilakukan DKI, selama itu baik kita bercermin ke sana," tandasnya. 

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali menerapkan PSBB per tanggal 14 September 2020 mendatang dengan mempertimbangkan faktor keselamatan menyusul melonjaknya jumlah pasien Covid-19 sejak PSBB transisi diberlakukan. (Rianto Nurdiansyah)