Sebanyak 28 Tenaga Kesehatan di Garut Positif Covid-19

Sebanyak 28 Tenaga Kesehatan di Garut Positif Covid-19
Ilustrasi (zaenulmukhtar)

INILAH, Garut - Seiring kian bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut, jumlah tenaga medis terpapar Covid-19 pun terus bertambah. Pun pasien berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Koordinator Bidang Perencanaan Data Pakar Data dan Analisis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Leli Yuliani, dari sebanyak 103 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut hingga 9 September 2020, jumlah tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19 di antaranya mencapai sebanyak 28 orang.

Para tenaga kesehatan terpapar Covid-19 tersebut terdiri atas tiga tenaga kesehatan di RSU dr Slamet Garut, lima tenaga kesehatan di puskesmas, dan 20 tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

"Sedangkan jumlah ASN terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai sebanyak empat orang," ujarnya, Kamis (10/9/2020).

Terdapat pula dua anggota DPRD Garut terkonfirmasi positif Covid-19 hingga membuat gedung DPRD setempat sempat dilakukan penutupan selama 14 hari.

Informasi dihimpun, sebagian tenaga kesehatan asal Kabupaten Garut terkonfirmasi positif Covid-19 itu bekerja di fasilitas layanan kesehatan yang berada di luar Kabupaten Garut.

Sebagian tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini sudah dinyatakan sembuh, dan tidak lagi menjalani isolasi mandiri maupun isolasi perawatan di rumah sakit. Tak ada laporan mengenai adanya tenaga kesehatan di Kabupaten Garut meninggal dunia akibat Covid-19.

Kendati begitu, banyaknya tenaga kesehatan terpapar Covid-19 di Garut merupakan sinyal waspada bagi Pemerintah Daerah setempat untuk lebih serius turun tangan menangani persoalan tersebut. Bagaimanapun tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang mesti mendapatkan perlindungan maksimal.

Apalagi, seperti diingatkan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Tim Media Budi Santoso belum lama ini, kasus Covid-19 menimpa kalangan tenaga kesehatan saat ini tanpa gejala atau asimtomatik. Beban kerja, interaksi pelayanan intens dengan pasien, dan stres menimbulkan penurunan imunitas sehingga dapat memicu penularan virus.

INILAH mencatat, pada masa awal merebaknya Covid-19, di sejumlah kecamatan terdapat cukup banyak kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini, temuan pertama kasus positif Covid-19-nya menimpa tenaga kesehatan. Semisal di Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan Cilawu, dan Kecamatan Cisurupan. (zainulmukhtar)