Dies Natalis ke-63 Unpad, Ini Kata Rektor

Dies Natalis ke-63 Unpad, Ini Kata Rektor
net

INILAH, Bandung - Meski Dies Natalis ke-63 Universitas Padjadjaran (Unpad) harus berhadapan dengan pandemi Covid-19, bencana ini harus dijadikan sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi bersama. Pandemi Covid-19 bukan saja bencana nasional namun sudah menjadi bencana yang melanda dunia.

Rektor Unpad Rina Indiastuti mengatakan tantangan dan permasalahan yang kompleks ini harus dijawab dengan solusi dan terobosan menggunakan hasil kajian dan inovasi terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan tentunya perekonomian.

Unpad tentu harus ambil bagian bersama bangsa Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19. Selain semangat membantu masyarakat, Unpad sendiri juga melakukan berbagai adaptasi atas dampak pandemi Covid-19.

Pandemi ini telah mengubah bermanfaat dan mendunia tatanan kehidupan kampus, diantaranya layanan perkantoran dilaksanakan kombinasi tatap muka dan daring, pembelajaran dilakukan secara daring, fasilitas umum di kampus ditutup, layanan perpustakaan dapat diakses dari rumah, hingga dilakukannya efisiensi anggaran akibat penurunan pendapatan universitas.

"Kita juga masih bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya karena hingga saat ini kasus positif Covid-19 masih tinggi. Kewaspadaan, berdoa dan tetap produktif menjadi moto warga Unpad," ujar Rina, Jumat (11/9/2020).

Rina mengungkapkan, hadiah istimewa untuk ulang tahun Unpad tahun ini adalah diperolehnya pengakuan internasional atas masuknya Unpad dalam daftar (listed) the Times Higher Education World University Rankings atau THE WUR 2021 yang dirilis 2 September 2020. Dalam pemeringkatan tersebut, hanya ada 9 perguruan tinggi Indonesia tembus THE WUR dan Unpad ada dalam urutan ke-7.

Rekognisi internasional memang menjadi salah satu agenda prioritas. Pengakuan internasional ini merupakan hasil dari perbaikan kualitas proses, output, dan outcome yang terus meningkat yang diukur melalui peningkatan 5 indikator yaitu teaching, international outlook, industry income, research, dan citation.

"Apresiasi kami pada para Rektor terdahulu, telah meletakan fondasi yang kuat sehingga saat ini semakin banyak sivitas akademika yang mampu meningkatkan kiprahnya di kancah dunia," imbuhnya. (Okky Adiana)