Iklim Purwakarta Cocok Untuk Ditanami Beragam Produk Sayuran

Iklim Purwakarta Cocok Untuk Ditanami Beragam Produk Sayuran
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Asep Mulyana)

INILAH, Purwakarta – Purwakarta, merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang ternyata menyimpan banyak potensi alam melimpah. Di sektor pertanian misalnya. Banyaknya potensi ini, juga dipengaruhi oleh faktor heterogenitas agro klimat. Sehingga, semua wilayah di kabupaten kecil ini bisa ditanami produk pertanian dan perkebunan dengan baik.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, wilayahnya memiliki karakter tanah dan iklim yang sangat mendukung. Jadi, kata Agus, mau menanam apa pun selalu jadi serta tumbuh subur. Terbukti, kendati berada di wilayah perkotaan yang cenderung cuacanya panas, masyarakatnya ternyata bisa menanam beragam jenis sayuran yang selama ini hanya bisa tumbuh subur di dataran tinggi.

“Selama ini kita melihat dan mendengar, bahwa sayuran hanya tumbuh di dataran tinggi saja. Tapi ternyata, di Purwakarta yang udaranya cenderung panas, sayuran termasuk sayur Kol bisa tumbuh subur,” ujar Anne, akhir pekan kemarin.

Menurut Anne, sebagian wilayahnya sangat potensial untuk pengembangan Sayuran. Banyak macam sayuran yang sudah ditanam petani di wilayahnya. Seperti, kangkung darat, bayam, cabai, tomat, kacang panjang dan lainnya. Saat ini, juga banyak Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut berperan aktif melakukan kegiatan menanam sayuran.

“Sejauh ini, kami melalui dinas terkait gencar mengajak masyarakat, terutama kaum milenial untuk gemar bercocok tanam. Apalagi, secara iklim wilayah kami sangat potensial untuk pengembangan produk pertanian, terutama jenis sayuran. Ini juga bisa didorong dari sisi ekonominya,” jelas dia.

Anne menuturkan, sebenarnya banyak sekali jenis sayuran yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat dan sangat mudah untuk ditanam. Semisal, daun bayam, pakcoy, tomat, cabai rawit dan saledri. Menurutnya, ini bisa dikembangkan. Minimalnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi atau keperluan pribadi.

Memang, pihaknya pun tak memungkiri kalau masyarakat, terutama yang ada di wilayah perkotaan cenderung merasa kebingungan jika ingin bercocok tanam di sekitar rumah mereka. Ketersediaan lahan yang tak memadai, mungkin yang jadi kendalanya.

Namun menurutnya, hal itu jangan dijadikan halangan. Karena, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan untuk bercocok tanam. Seperti dengan konsep tabula pot, hidroponik atau menggunakan media lain yang tak terlalu memakan banyak lahan.

“Caranya, bisa dengan membuat perkebunan mini dengan memanfaatkan lahan kecil kosong di sekitar rumah,”jelas dia.

Initinya, sambung dia, bagaimana caranya membuat sumber bahan pangan terutama sayuran di lahan yang minimalis. Jadi, bercocok tanam itu tak harus melulu di lahan yang luas. Di lahan sempit juga bisa. Saat ini, sudah banyak model dan tata cara tanamnya. (Asep Mulyana)