Bima Arya Gandeng Dokter dan Tokoh Agama Maksimalkan PSBMK

Bima Arya Gandeng Dokter dan Tokoh Agama Maksimalkan PSBMK
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memilih menerapkan Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK) secara maksimal ketimbang pemberlakukan kembali PSBB total.

Wali Kota Bogor Bima Arya meyakini laju Covid-19 ini sangat ditentukan disiplin penerapan protokol kesehatan, baik oleh pemerintah dan tentunya masyarakat.

"Kami akan maksimalkan penguatan protokol kesehatan secara kolaboratif bersama pihak lain serta penguatan di wilayah. Sepertinya pertarungan ini akan panjang, karenanya kita harus berkolaborasi agar memiliki strategi yang baik, itu kuncinya," ungkap Bima Arya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (12/9/2020) malam.

Bima melanjutkan, berdasarkan hasil riset tentang persepsi warga Kota Bogor terhadap Covid-19 yang dilakukan Prof. Sulfikar Amir dari Nanyang Technology University (NTU) Singapura, menunjukkan bahwa warga Kota Bogor lebih percaya dengan perkataan dokter dan para tokoh agama. 

"Survei tersebut melibatkan 21 ribu responden valid, mulai 15 Agustus hingga 1 September 2020," tambah Bima.

Bima melanjutkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan para dokter dan tokoh agama serta pihak lainnya dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor. 

"Kami akan membentuk satgas di entitas-entitas. Dalam pikiran saya ada dua unit, yakni edukasi dan pengawasan. Unit edukasi rencananya terdiri dari para tokoh agama, para dokter dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Sementara unit pengawas melibatkan organisasi kepemudaan dan organisasi profesi dan pelaku usaha," jelas Bima.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor dr. Zaenal menyatakan sepakat dengan rencana penguatan protokol kesehatan dan IDI Kota Bogor siap mendukung program-program Pemkot Bogor dalam memberikan edukasi untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor. 

Senada dengan Ketua IDI Kota Bogor, Perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, Rahmat mengatakan, pihaknya menginginkan agar ormas-ormas keagamaan Kota Bogor diikutsertakan dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang Covid-19. 

"Saya mengusulkan agar dibuatkan video edukasi dari para tokoh agama," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Bogor KH. Khotimi Bahri menyebutkan, dalam rencana edukasi yang akan dijalankan nanti pihaknya siap memperkuat edukasi protokol kesehatan dari sisi teologi Islam. (Rizki Mauludi)