Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Mengubah Sampah Menjadi Berkah

PROGRAM Penanganan sampah di Kota Bandung bertajuk Kang Pisman terus menggeliat. Kang Pisman yang merupakan penjabaran dari pisahkan, kurangi, dan manfaatkan benar-benar mampu dioptimalisasi masyarakat dengan mengubah sampah memiliki nilai rupiah.

Warga Riung Bandung, misalnya, lewat program ini mampu memproduksi paving block dari sampah plastik. Ini terungkap ketika Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berdialog dengan warga usai salat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Fikri, RW 14 Riung Bandung, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Gedebage, beberapa waktu lalu.

Ketua DKM Nurul Fikri, Badru Hidayat mengungkapkan, warga di RW 14 dan RW 12 telah melakukan program Kang Pisman. Dari sampah yang dipisahkan, warga menyetorkannya ke bank sampah yang ada di wilayah tersebut. Selanjutnya, sampah-sampah plastik diproduksi menjadi paving block. "Kami bisa mengolah 15 kilogram sampah plastik. Salah satu produknya, paving block,” ungkap Badru.

Mang Oded sangat mengapresiasi kreativitas warga RW 12 dan 14. Hal itu menunjukkan warga RW 12 dn 14 sudah membantu Pemerintah Kota Bandung menangani permasalahan sampah, khususnya sampah plastik. "Di sini masyarakat sudah punya inovasi pemanfaatan sampah. Mereka memanfaatkan sampah plastik menjadi paving block. Ini kualitasnya bagus sekali. Itu adalah salah satu cara mengimplementasikan slogan Bebersih Bandung," lanjut Mang Oded

Senada dengan warga Riung Bandung, kreativitas dalam pengolahan sampah juga ditunjukkan masyarakat di Kompleks Grand Sharon Regency (GSR), Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari dengan membuat berbagai kerajinan termasuk busana dari limbah sampah.

Hal itupun mereka pamerkan dengan kegiatan fashion show yang memukau dengan busana berbahan sampah. Tak hanya fasion show, mereka pun pun menggelar kontes sepeda hias dengan memanfaatkan sampah plastik dan kardus. Inilah indahnya sampah yang merupakan suguhan khusus Gebyar GSR 11 bertepatan dengan deklarasi Kang Pisman.

"Sejak 2006, saya sudah senang 'ngulik' cara daur ulang sampah," ujar Sunartini, warga RT 3/4 Kelurahan Manjahlega yang menjadi peserta fashion show dalam acara ini.

Ia mengajak seluruh warga Bandung untuk meningkatkan upaya daur ulang sampah. "Yuk kita kurangi sampah, seperti apa yang dibilang Pak Oded," ujar Sunartini.

Ketua RW 11, H. Subandrio Ilham Basuki menambahkan, tim Gerakan Nol Sampah telah melakukan beberapa kegiatan. "Kami mengadakan Workshop Magot, untuk mengedukasi masyarakat mengenai penanganan sampah dapur," ujarnya

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pun berterima kasih khususnya kepada seluruh masyarakat RW 11 yang telah mendukung Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan) dengan 'Gerakan Nol Sampah'-nya. "Ketika ada gagasan dari warga Kota Bandung mengenai penanganan sampah di kota Bandung, saya pasti akan mengapresiasi inovasi tersebut," ujarnya (*)