Gawat....Klaster Keluarga di Garut Sudah Capai 34 Kasus

Gawat....Klaster Keluarga di Garut Sudah Capai 34 Kasus

INILAH, Garut - Diam-diam, klaster keluarga ternyata memiliki peran cukup dominan dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. Penyebaran virus melalui klaster keluarga bahkan sudah tercium pada awal-awal merebaknya Covid-19.

"Itu yang kemarin juga kebanyakan klaster keluarga kontak erat dengan sebelumnya yang masih keluarga," kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, hingga 13 September 2020, dari sebanyak 125 kasus positif Covid-19 terjadi di Kabupaten Garut. Jumlah keluarga menjadi klaster penyebaran Covid-19 mencapai sebanyak 34 kasus. Sebanyak 16 kasus klaster keluarga di antaranya diketahui masih aktif.

Klaster keluarga terjadi ketika salah satu anggota keluarga beraktivitas di luar rumah ternyata membawa pulang virus. Mirisnya, tidak semua yang terkena Covid-19 menunjukkan gejala melainkan ada pula yang tanpa gejala, bahkan merasa sehat dan baik-baik saja. Padahal dirinya merupakan carrier virus dan menularkannya kepada anggota keluarga lain yang tinggal dalam satu rumah.

Menurut Koordinator Bidang Perencanaan Data Pakar Data dan Analisis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Leli Yuliani, ada beberapa faktor domain yang menyebabkan penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga. Antara lain ada anggota keluarga memunyai riwayat perjalanan dari luar kota, atau sebelumnya pernah berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Juga, tingkat kepadatan dan keeratan kontak dalam lingkungan rumah dan mobilitas keluarga ke luar rumah, seperti acara keluarga dengan keluarga lainnya.

"Perilaku penerapan protokol kesehatan di keluarga yang masih lemah juga menjadi faktor domain (penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga)," kata Leli, Senin (14/9/2020).

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 klaster keluarga di Kabupaten Garut tersebut, lanjut Leli, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut melakukan berbagai upaya penanganan. Antara lain mengisolasi kasus ke rumah sakit; melaksanakan tracing dan tracking kontak erat; melaksanakan skrining dengan pengambilan sampel swab pada kontak erat; melakukan peningkatan edukasi dan sosialisasi masyarakat mengenai risiko dan antisipasi stigma (negatif); melakukan pemantauan karantian 14 hari pada kontak erat, dan melakukan koordinasi lintas sektor.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menunjukkan, pasien tertular Covid-19 di Kabupaten Garut terdiri atas usia satu hingga 75 tahun. Dari sebanyak 125 kasus positif Covid-19 di Garut saat ini, terdapat sebanyak sembilan di antaranya pasien berusia 15 tahun ke bawah, termasuk lima pasien anak di bawah usia lima tahun (balita). Sedangkan pasien berusia 60 tahun ke atas mencapai sebanyak delapan orang. Selebihnya didominasi pasien berusia produktif.(zainulmukhtar)