FKSS Gelar Bimtek Bagi Bendahara Sekolah

FKSS Gelar Bimtek Bagi Bendahara Sekolah
istimewa

INILAH, Bandung - Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Sekolah Menegah Atas (SMA) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi para bendahara sekolah. Hal ini bertujuan untuk optimalisasi dan akuntabilitas laporan pertanggung jawaban keuangan sekolah sesuai aturan pemerintah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cidisdik) Wilayah VII, Endang Susilastuti mengatakan bahwa FKSS Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengedukasi seluruh bendahara SMA swasta dalam penginputan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS), membuat buku kas umum (BKU) dan mempercepat pembuatan laporan pertangungjaeaban (LPJ) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Sekarang dapat menggunakan aplikasi-aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah. Tentunya harus memahami sistem penggunaan sesuai prosedur sehingga diharapkan tidak ada kesalahan dalam mempertanggung jawabkannya,” kata Endang, di SMA BPI 1 Bandung, Senin (14/9/2020).

Kata Endang, kegiatan ini adalah langkah KCD & FKSS bersama-sama mendampingi para bendahara untuk membuat, melaksanakan dan mempertanggung jawabkan dana BOS, sesuai pemanfaatan serta pengelolaannya.

Ke depannya menurut Endang, Cadisdik Wilayah VII akan mengupayakan pembentukan tim di wilayah-wilayah Kota Bandung untuk mendampingi secara intens dalam pembuatan laporan pertanggungjawabannya.

“Diharapkan bisa selesai secara bersama-sama dan siap ketika ada pemeriksaan dari pihak inspektorat," kata Endang.


Kepala Sekolah SMA Nasional, Yudhi Hendrayadi mengatakan bimbingan teknis yang dicanangkan merupakan pembinaan dengan bentuk mengedukasi pembuatan LPJ perbendaharaan SMA swasta bersama Cadisdik Wilayah VII Provinsi Jawa Barat, Bidang PSMA.

“Kami mengedukasi para pelaksana teknis perbendaharaan sehingga memahamkan para bendahara terkait permasalahan penata usahaan, perencanaan, pengadministrasian dan pelaporan salah satunya adalah 

Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), dan pelaporan dana BOS,” terang Yudhi.


Ia pun mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan usulan para bendahara sekolah. Jadi setiap ada permasalahan, kebijakan yang baru, pembaharuan aplikasi ataupun regulasi mereka akan mengadakan pertemuan.

Lebih lanjut Yudhi mengungkapkan bahwa kondisi pandemi sekarang ini, berdampak terhadap kondisi keuangan sekolah tidak terkecuali sekolah swasta. Mengingat para orangtua siswa pun banyak yang terkena dampak secara ekonomi.

“Meski banyak keluhan, namun kami upayakan berbagai hal. Intinya kepala sekolah sedang diuji kompetensi dan enterpreneurship-nya. Sehingga tetap berkreasi dan produktif,” katannya. (Okky Adiana)