Sering Impor Beras, DPRD Jabar Minta Pemprov Tetap Sejahterakan Petani

Sering Impor Beras, DPRD Jabar Minta Pemprov Tetap Sejahterakan Petani
net

INILAH, Bandung – Harga beras dari luar negeri yang lebih murah ketimbang lokal berdampak pada kecenderungan pemerintah untuk mengimpor. Akibatnya, para petani lokal kesulitan menjual produknya. Pada akhirnya, mereka jadi kurang bergairah dalam mengelola lahannya sehingga banyak yang beralih fungsi.

Melihat hal ini, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengaku prihatin. Menurutnya, harus ada langkah konkret dari pemerintah agar kesejahteraan petani bisa terpenuhi. Banyak solusi yang bisa dilakukan kata dia, salah satunya adalah dengan mengubah segmen pasar dari produk petani.

“Kita sekarang sudah sangat tergantung dengan beras impor, karena harga lebih murah. Di Thailand atau Vietnam, harga beras bisa lebih murah karena mereka terbantu dengan teknologi. Sehingga bisa menekan biaya produksi. Makanya mereka bisa jual murah disini. Makanya, untuk menjaga ketahanan pangan kita. Saat ini memang sudah tidak bisa, karena kita kalah. Tapi bukan berarti tanpa solusi, jika kita ingin mensejahterakan petani. Caranya adalah dengan mendorong para petani untuk mengelola tanaman yang mempunyai nilai tinggi. Contohnya beras organik atau sayur organik,” ujar Yunandar kepada INILAH, Senin (14/9/2020),

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan hasil pertanian organik, dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui dukungan dari pemerintah seperti pengadaan bibit, pendampingan, pelatihan, dan sokongan bantuan, diyakini akan membantu petani lokal agar terus produktif.

“Saat ini, kebutuhan akan hasil pertanian organik sedang tinggi. Berhubung segmentasinya juga beda. Ini bisa kita maksimalkan. Nah fokus ini yang bisa dilakukan agar petani kita bisa sejahtera. Dengan diberikan arahan yang baik, bantuan dan pendampingan. Ini bisa berjalan. Bukan tidak mungkin bisa menambah devisa kita, karena kebutuhan akan bahan pangan organik di luar negeri juga tinggi,”ucapnya. (Yuliantono)