Gunung Kencana Masih Ada yang Bermalam, Ini Kata Ade Yasin

Gunung Kencana Masih Ada yang Bermalam, Ini Kata Ade Yasin
Foto: Reza Zurifwan

INILAH,  Cisarua - Satpol PP Kabupaten Bogor pada akhir pekan kemarin melakukan penertiban jam operasional kafe, restoran, dan objek wisata. Namun, tempat wisata Gunung Kencana di Desa Tugu Urara, Cisarua luput dari pantauan pasukan penegak Perda tersebut.

"Saya kemarin jemput anak saya yang lagi berkemah di Wisata Alam Gunung Kencana, ternyata yang berkemah ada ribuan orang dan tanpa disertai pelaksanaan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker dan lainnya. Saya minta ditertibkan terutama yang bermalam karena khawatir ada potensi penularan wabah virus corona," kata Indra (45) kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Dia menambahkan, kalau saja dari awal dirinya mengetahui banyak wisatawan dari luar Bumi Tegar Beriman yang bermalam maka akan melarang anaknya berkemah atau bermalam di Gunung Kencana.

"Saya gak tau kalau banyak pelanggaran termasuk belum diperbolehkannya berkemah, kalau tahu pasti saya larang," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Iman Budiana mengaku sudah berkomunikasi dengan Camat Cisarua Deni Humaedi. Dia menyangkal para wisatawan tersebut menginap di Gunung Kencana tersebut.

"Camat Cisarua Deni Humaedi menelpon saya dan mengabarkan tidak ada wisatawan yang menginap di Gunung Kencana, jadi mereka hanya berwisata ke hutan lalu pulang," ucap Iman.

Dia menjelaskan, jajarannya pada akhir pekam kemarin fokus dalam penertiban jam operasional kafe, restoran maupun objek wisata seperti di Taman Wisata Matahari (TWM) maupun Taman Safari Indonesia (TSI).

"Jam operasional kafe, restoran dan objek wisata rata-rata patuh, hanya 3 kafe atau restoran saja yang membandel dengan melebihi jam operasional. Kafe atau restoran yang melanggar peraturan  tersebut kami beri Satpol PP Line dan akan kami panggil ke Mako Satpol PP di Cibinong," jelasnya.

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin meminta semua pihak mematuhi Keputusan Bupati Nomor 443/432/Kpts/Per-UU/2020 yang mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020. Khusus untuk warga DKI Jakarta maupun luar Kabupaten Bogor untuk tidak berwisata ke Kabupaten Bogor.

"Khusus warga DKI Jakarta saya imbau untuk melaksanakan perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk tidak keluar rumah apalagi ke Kabupaten Bogor untuk Bumi Perkemahan atau perkemahan itu saya tekankan tidak boleh beroperasi dulu sampai 29 September mendatang," pinta Ade. (Reza Zurifwan)