Ingat! Istri Bukanlah Pembantu

Ingat! Istri Bukanlah Pembantu
Istimewa

YANG menurut saya rada aneh atau lucu, tetapi juga menarik untuk diperhatikan, ternyata para wanita di negeri kita sejak masih lahir sudah ditanamkan 'nilai tambah' oleh orang tua dan lingkungannya, bahkan oleh para guru dan ustadznya. Sehingga ketika akad nikah terjadi, seorang wanita resmi menjadi 'pembantu rumah tangga' buat suaminya.

Segala urusan tetek bengek yang aslinya merupakan tugas PRT, tiba-tiba dan seoah-olah menjadi kewajiban istri. Namun karena otak para wanita negeri kita sudah diformat menjadi pembantu sejak kecil, maka berubah profesi jadi pembantu rumah tangga pun tidak mengapa. Tidak ada yang protes atas semua hal ini.

Malahan yang terjadi sebalikya. Ketika saya menyampaikan materi yang berjudul: 'Istri Bukan Pembantu' di berbagai tempat, di mana pesertanya kebanyakan ibu-ibu dan para wanita, kebanyakan mereka tetap tidak percaya. Mereka sama sekali tidak menduga kalau ternyata istri itu bukan pembantu.

Dan tidak sedikit dari para wanita yang justru membantah keras apa yang saya utarakan. Padahal saya tidak mengarang dan juga tidak sedang melamun. Saya sedang membaca isi kitab-kitab fiqih karya para ulama, yang tentunya semua bersumber dari kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Tetapi para wanita itu justru menolak kitab fiqih dan minta ayat Quran yang menyebutkan bahwa wanita bukan pembantu.

[Ahmad Sarwat, Lc., MA]