Duh, Warga Ciburial Bogor Terpaksa Mengambil Air di Kubangan

Duh,  Warga Ciburial Bogor Terpaksa  Mengambil Air di Kubangan
istimewa

INILAH, Bogor-Itah pria berusia 45 tahun warga Kampung Ciburial RT 03 RW 03 Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor harus mengambil air berwarna cokelat susu dari kubangan demi keperluan mandi, minum maupun wudhu.

Hal ini terpaksa dilakukan ayah 3 orang anak ini di sumber air darurat tersebut sejak beberapa bulan terakhir, semenjak Bumi Tegar Beriman memasuki musim kemarau.

"Biasanya saya ambil air dari sumur di dalam rumah, namun semenjak memasuki musim kemarau saya bersama warga lain pun mengambil air di sumber air darurat di kubangan yang saya gali dibawah kebun," kata Itah kepada wartawan, Selasa, (15/9).

Ia menerangkan selain di kubangan, masyarakat juga mengambil air di mushola setempat  namun karena jaraknya cukup jauh dari rumah, dirinya lebih memilih di selokan tersebut.

"Ada beberapa titik sumber air, namun saya ambil yang paling dekat aja dengan rumah. Kalau ngambil airnya di Mushola kan musti berjalan agak jauh jaraknya," terangnya.

Mendengar ada warga Kampung Ciburial RT 03 RW 03 Desa Karang Tengah, Babakan Madang yang mengambil air di kubangan untuk keperluan mandi, minum maupun wudhu disesalkan oleh juru bicara Komite Warga Sentul City (KWSC) Deni Erliana.

Pasalnya, warga-warga yang bernasib kurang mujur tersebut tinggal di belakang atau dekat komplek perumahan mewah tepatnya kluster The Beverly, Sentul City.

"Kalau saja pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Komplek Perumahan Sentul City diambil alih Pemkab Bogor yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan, maka bakal banyak keuntungan atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga PDAM Tirta Kahuripan bisa 'mengembangkan' jaringan pipa airnya sampai ke rumah-rumah milik warga di sekitar atau di 9 desa sesuai UUD 45 bahwa sumber daya air ataupun energi lainnya wajib dikelola oleh negara," ucap Deni.

Wanita paruh baya alumni Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini melanjutkan kalau di musim kemarau, warga sekitar Komplek Perumahan Sentul City memang kerap menggali pasir atau tanah demi mendapatkan air.

"Saya melihat ini tidak manusiawi, harapan kami PDAM Tirta Kahuripan segera mengambil alih SPAM Komplek Perumahan Sentul City sesuai 

keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 85/PUU-XI/2013, kami tak keberatan dengan harga langganan air yang cukup mahal, tetapi demi negara dan kemaslahatan masyarakat sekitar kami ikhlas," lanjutnya. (Reza Zurifwan)