Perunding Afghanistan-Taliban Adakan Pertemuan Langsung Pertama

Perunding Afghanistan-Taliban Adakan Pertemuan Langsung Pertama
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Kabul - Para perunding pembicaraan damai Afghanistan dan Taliban akan mengadakan pertemuan langsung pertama mereka di Doha, Selasa, ketika pihak-pihak yang bertikai mencoba menyusun agenda dan jadwal bagaimana merundingkan kesepakatan damai ketika Amerika Serikat (AS) menarik pasukan.

Sekelompok kecil negosiator dari kedua belah pihak telah bertemu pada hari-hari sebelumnya untuk mencoba membahas bagaimana negosiasi substantif akan berlangsung.

"Kelompok penghubung dari delegasi kedua belah pihak melanjutkan pembahasan tentang aturan dan prosedur dan bersiap untuk mempresentasikannya pada pertemuan umum antara dua tim perunding (yang berlangsung pada Selasa)," kata juru runding senior pemerintah Afghanistan Nader Nadery.

Juru bicara politik Taliban Muhammad Naeem mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa pertemuan itu akan bersifat "umum" dan tidak ada masalah khusus yang disepakati dalam agenda.

Seorang pejabat istana kepresidenan Afghanistan mengatakan bahwa prioritas utama adalah membuat Taliban menyetujui gencatan senjata atau pengurangan kekerasan yang signifikan.

Kekerasan terus berlanjut di negara itu bahkan setelah peluncuran pembicaraan damai bersejarah pada upacara pembukaan di Doha pada Sabtu (12/9).

Pembicaraan antara kedua belah pihak akan dimulai tak lama setelah perjanjian AS-Taliban pada Februari, tetapi setelah berbulan-bulan penundaan, sebagian disebabkan oleh serangan Taliban yang terus berlanjut di negara yang dilanda perang serta ketidaksepakatan atas pembebasan tahanan.

Presiden AS Donald Trump telah menjadikan akhir perang di Afghanistan sebagai janji kampanyenya dan AS akan menarik semua pasukannya pada Mei 2021, tergantung pada jaminan keamanan tertentu yang dipenuhi oleh Taliban. (antara)