Tumbuhkan Kesadaran Gerakan Pakai Masker

Tumbuhkan Kesadaran Gerakan Pakai Masker
istimewa

INILAH, Jakarta - Meningkatkan kesadaran para santri dalam menjalankan protokol kesehatan serta mengajak lingkungan sekitarnya untuk ambil bagian dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 tidak mudah.

Salah satu cara untuk meningkatkan hal tersebut dengan dilakukan kegiatan. Untuk itu, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat, Jumat (11/9/2020).

Sosialisasi dan edukasi di pesantren ini merupakan angkatan ke-6, setelah sebelumnya kegiatan yang sama dilaksanakan di pesantren-pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Acara ini dihadiri oleh Direktur PT Bank Panin Syariah Tbk Shandra Noraya L., Ketua Umum GPM Sigit Pramono, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Abdurrouf dan Ketua RMI PBNU Asosiasi Pesantren Nahdatul Ulama Seluruh Indonesia KH. Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin). Sebagai penyuluh, turut hadir pula dr.Sugeng Ibrahim dan dr.Yovi.

Selain sosialisasi dan edukasi, pada acara tersebut juga akan dilaksanakan pembagian masker dan beras untuk para santri.

Dibukanya kembali pondok pesantren untuk kegiatan belajar mengajar pada era pelonggaran PSBB saat ini menyebabkan pesantren menjadi salah satu klaster yang berpotensi menjadi pusat penyebaran Covid-19.

Karena itu, tindakan pencegahan harus dilakukan dengan menguatkan kesadaran para santri untuk menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker yang baik dan benar, serta diikuti dengan disiplin jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Ketua Umum GPM, Sigit Pramono menyatakan, pihaknya saat ini mengajak para pengurus pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur untuk secara aktif membimbing para santri agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan saat berinteraksi dengan orang lain.

Dengan menggunakan masker, santri telah turut bergotong-royong melawan Covid-19 serta melindungi kamu dan aku.

"Menggunakan masker merupakan upaya paling minimal yang bisa kita lakukan. Karena dengan menggunakan masker yang baik dan benar, diyakini bisa menekan hingga 75 persen risiko penularan. Melalui kegiatan ini, kami harap para santri lebih disiplin menggunakan masker dan dapat ikut serta mengedukasi sekelilingnya untuk menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari" ujar Sigit, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (15/09/2020).

Direktur PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk Shandra Noraya L. dalam sambutannya menyatakan dukungan atas kegiatan edukasi dan sosialisasi GPM.

Hal ini sesuai dengan semangat dan kepedulian PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk untuk mengedukasi umat.

Memakai masker menjadi gaya hidup baru bagi santri agar bisa menekan penyebaran dan menekan risiko penularan Covid-19. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi gerakan sosial yang dapat membawa maslahat bagi para santri dan pengurus pesantren di Indonesia.

"Melalui program edukasi memakai masker di pesantren, GPM bersama Bank Panin Dubai Syariah Tbk turut melindungi kamu dan aku dan melindungi Indonesia," lanjut Shandra.

Sejak awal Covid-19 mewabah di Indonesia, LazisNU telah menyadari pentingnya pemakaian masker sebagai upaya untuk pencegah wabah Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan, sejak Maret 2020 LazisNU telah membagikan masker melalui Gerakan Sejuta Masker kepada pengemudi ojek daring, sopir angkot, pejalan kaki, dan kelompok masyarakat lainnya.

Oleh karena itu, LazisNU menyambut baik kegiatan sosialisasi dan edukasi GPM di pesantren. Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Abdurrouf mengatakan, dengan memakai masker, selain melindungi diri sendiri juga akan melindungi teman, keluarga, dan guru di pesantren.

"Di samping memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, para santriwan dan santriwati di pesantren juga harus menyeimbangkan gizi dan asupan, olahraga, serta istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua RMI PBNU KH Abdul Gfararrozin menyatakan keprihatinannya atas ancaman virus Covid-19 di pesantren. Tak sedikit Kiai yang meninggal akibat virus ini. Dalam upaya menanggulangi hal tersebut, RMI PBNU secara aktif menggelar pelatihan Satgas Covid-19 untuk pesantren.

Selain itu, kerja sama dengan organisasi seperti GPM akan terus dilakukan untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi pemakaian masker dan mencuci tangan dengan benar serta menjaga jarak. (inilah.com)