Pelaku Kejahatan Jalanan Asal Lampung Dilumpuhkan Polisi di Bandung

Pelaku Kejahatan Jalanan Asal Lampung Dilumpuhkan Polisi di Bandung
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Polrestabes Bandung melalui Polsek Cidadap berhasil meringkus seorang pelaku spesialis begal dan curanmor bersenjata api. Pelaku berinisal MN (49) merupakan kelompok bandit asal Lampung, yang kerap melakukan aksinya di sejumlah wilayah di Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya menjelaskan, penangkapan tersebut berawal saat petugas tengah melakukan Kring Serse dan melihat satu kendaraan roda dua berboncengan yang mencurigakan di kawasan Gang Bukit Mulya III, Cimbuleuit, Kota Bandung, Jumat (11/9/2020) dini hari.

Kemudian, pelaku MN memasuki gang tersebut sementara temannya (DPO) menunggu diluar gang dengan kendaraanya. Saat polisi hendak memeriksa pelaku yang membawa kendaraan, pelaku tersebut langsung melarikan diri dengan meninggalkan temannya.

"Sat Reskrim melakukan penangkapan terhadap seseorang yang dicurigai dan ternyata orang tersebut adalah memang pelaku curat, curas dan curanmor sehingga kita tangkap," ucap Ulung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (16/9/2020).

Ulung mengungkapkan, pada saat akan dilakukan penangkapan, pelaku MN melakukan perlawanan dengan menodongkan senjata api. Beruntung, polisi lebih dahulu melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku.

"Pada saat penangkapan yang bersangkutan melawan dan mengeluarkan senjata api dan saat mau menembak, kita lakukan tindakan tegas duluan ke arah bawah kakinya, sehingga pas dilumpuhkan kita dapat proses (penangkapan)," ujar Ulung.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit sepeda motor, satu buah senjata api rakitan beserta empat butir peluru, satu buah kunci letter T, dan satu buah kunci pisau.

"Barang bukti nya adalah senjata api," ungkap Ulung.

Ditemui ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku senjata api tersebut didapatnya dari rekannya berinisal I. Pelaku sendiri berasal dari Desa Jabung, Lampung Timur.

"Senjata ini rakitan dibeli pelaku seharga dua juta rupiah," ujar Galih.

Galih menambahkan, polisi masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut dan melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku MN yang saat ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"DPO-nya ada, temennya juga, yang pada saat itu melarikan diri dan tidak membawa senjata, saat ini kita lakukan pencarian untuk temennya yang kini DPO," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Polisi menjerat MN dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan pasal (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman 20 tahun penjara. (Ridwan Abdul Malik)