Kuota Pupuk Urea Subsidi Petani Kabupaten Bogor Masih Kurang

Kuota Pupuk Urea Subsidi Petani Kabupaten Bogor Masih Kurang
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Sebanyak 66.030 jiwa petani hanya mendapatkan 10.000 ton pupuk urea subsidi. Pemkab Bogor pun memohon kepada pemerintah pusat agar ditambah lagi hingga total pupuk urea subsidi yang turun ke para petani jumlahnya mencapai 21.000 ton.

"Jumlah 10.000 ton pupuk urea subsidi ini masih kurang karena jumlah petani kita ada 66.030 jiwa, oleh karena itu kami memohon tambahan 11.000 ton pupuk urea subsidi ke pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Ia menerangkan jika 10.000 ton pupuk urea subsidi ini turun sebelum masa tanam di Bulan Oktober,  maka 11.000 ton tambahan pupuk area subsidi bisa turun di masa tanam atau enam bulan berikutnya.

"10.000 ton pupuk urea subsidi akan kami maksimalkan di masa panen Bulan Oktober tahun ini, lalu untuk masa panen berikutnua kami harap ada tambahan pupuk urea subsidi, harapan kami ini semoga dikabulkan pemerintah pusat karena sedikit banyaknya akan mempengaruhi hasil panen tanaman padi dan holtikutura Kabupaten Bogor pada Tahun 2021 mendatang," terangnya.

Nuriyanti menuturkan bahwa pembelian pupuk urea subsidi ini diberikan melalui kartu tani yang lalu digesek dengan mesin Electronic Data Capture (EDC), namun penggunaan kartu tani terkendala  minimnya sinyal di sejumlah wilayah.

"Di beberapa titik di empat kecamatan seperti Tenjo, Nanggung, Sukamakmur dan Jonggol ada kendala sinyal telekomunikasi, oleh karena itu kami minta bantuan Dinas Komunikasu dan Informatika agar ada bantuan teknologi informasi hingga tidak ada lagi pencatatan manual," tutur Nuriyanti.

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini melanjutkan dengan menggunakan kartu tani, para petani dapat diskon harga cukup besar untuk membeli pupuk urea tersebut.

"Pupuk urea kalau beli dengan harga normal Rp 6.600 hingga 7.500 perkilogram dan jika menggunakan kartu tani harga pupuk urea subsidi tersebut ialah Rp 1.800 perkilogram. Subsidi pupuk area ini hanya untuk petani yang luas lahannya maksimal dua hektare, dan jika luas lahannya lebih dari itu tidak mendapatkan subsidi harga," lanjutnya. (Reza Zurifwan)