Ketiga Bakal Paslon Bupati Bandung Serahkan Berkas Perbaikan Persyaratan

Ketiga Bakal Paslon Bupati Bandung Serahkan Berkas Perbaikan Persyaratan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Liaison Officer (LO) bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung menyerahkan berkas perbaikan persyaratan pencalonan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, Rabu (16/9/2020).

LO yang pertama menyerahkan berkas adalah dari tim pasangan Kurnia Agustina Naser-Usman Sayogi (NU) diwakili Asep Yusuf Salim. Berkas hasil perbaikan itu diterima langsung Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya. 

"Memang ada beberapa perbaikan yang harus kami perbaiki lagi dari pasangan NU Pasti Sabilulungan. Perbaikan-perbaikan itu untungnya tidak terlalu prinsipil karena hanya beberapa kesalahan penulisan saja," kata Asep Yusuf.

Perbaikan tersebut seperti di dalam formulir BB2KWK ditulis Hj Nia Kurnia Agustina, namun dalam KTP Hj Kurnia Agustina. 

"Itu kami perbaiki, begitu juga ada perbaikan yang lainnya namun tidak begitu prinsipil apalagi terkait ijazah. Alhamdulilah kami pasangan pertama yang melakukan perbaikan, karena maksimal hari ini, soalnya tahapannya dari tanggal 14-16 proses perbaikan dokumen pendaftaran yang diselesaikan," ujarnya.

Asep berharap, tidak ada lagi perbaikan berkas untuk paslon NU Pasti Sabilulungan. Karena memang ia bersama tim, telah  melakukan kroscek-kroscek ulang. 

"Sudah kami persiapkan dari awal sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan kita menghadapi Pilkada," ujarnya.

Pasangan Yena Iskandar Ma'soem-Atep, yang diwakili Rian pun menyerahkan berkas perbaikan kepada KPU.

"Saya atas nama paslon Yena-Atep mengucapkan terima kasih, selama ini koordinasi dan komunikasi LO dengan KPU berjalan baik. Tentu ini hasilnya membuat kami sangat tertib dan berhati-hati, karena kelengkapan persyaratan harus sesuai regulasi yang disampaikan KPU," kata Rian. 

Rian mengaku, sesuai dengan yang dicek KPU, kelengkapan berkas perbaikan bisa dikatakan lengkap dan memenuhi syarat. Selanjutnya Tinggal menunggu verifikasi hasil perbaikan sebelum penetapan dari KPU.

"Kalau dari kami sebenarnya awalnya hanya salah tafsir saja. Dikira kami seperti ijazah S1 satu paket saja, ternyata ada dua antara farmasi dan apoteker untuk bu Yena. Kalau kang Atep BB2KWK lupa mengisi kolom motivasi dan target sasaran. Selebihnya
 standar seperti yang lain, lupa nomor legalisir. Tidak ada kesalahan yang signifikan," katanya.

Sementara itu, untuk LO dari paslon Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan (Bedas) meski sudah melakukan penyerahan berkas, namun masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki dan belum memberikan pernyataan apapun. 

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya menjelaskan, sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tahapannya kemarin merupakan hari terakhir untuk penerimaan berkas perbaikan syarat calon. 

"Dan kami akan tunggu sampai pukul 24.00 WIB. Tentu karena belum semua hadir, setelah tahapan ini selesai, KPU akan melakukan penelitian terhadap berkas perbaikan dari tanggal 17 sampai 22 September, untuk kemudian nanti tanggal 23 penetapan," ujar Agus.

Agus melanjutkan,  berkas yang telah diterima oleh KPU baru dari paslon Yena-Atep. Sedangkan berkas dari paslon Nia-Usman dan Bedas masih dalam proses. 

"Masih ada waktu. Kalau lewat dari pukul 24.00 WIB. Nanti kami putuskan di pleno setelah tanggal 22. Pada masa kita melakukan penelitian perbaikan, nanti diputuskan dalam pleno. Ada kemungkinan tidak ditetapkan kalau berkasnya tidak sesuai," katanya. (Dani R Nugraha)