Tren Meningkat, Institut Rumpun Hijau Gelar Kontes Tanaman Hias

Tren Meningkat, Institut Rumpun Hijau Gelar Kontes Tanaman Hias
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Memanfaatkan meningkatnya tren hobi tanaman hias, Institut Rumpun Hijau mengadakan kontes tanaman hias tingkat Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Tanaman hias yang dikonteskan yakni jenis philodenrom, anthurium, sansievira, kladi, aglonema, sukulen, alokasia, dan bonsai.

"Kontes tanaman hias ini yang ke-4 kalinya, dimana setiap bulan kita adakan satu kali. Selain kontes, kita juga melakukan silaturrahmi sesama pecinta atau pehobi tanaman hias," ucap Ketua Institut Rumpun Hijau Sunyoto di Villa Bu Kris, Desa Citeko, Cisarua, Rabu (16/9/2020).

Dia menerangkan, acara Kontes Tanaman Hias diumumkan melalui grup whatsapp jual beli tanaman hias maupun sosial media lainnya seperti facebook.

"Kontes tanaman hias ini kelas menengah ke bawah, tetapi ini menjadi media bagi orang yang baru menggeluti tanaman hias. Cuma share di grup whatsapp dan facebook, ternyata antusiasnya terus meningkat karena bagi yang pernah juara kontes maka harga jual tanaman hiasnya juga akan meningkat," terangnya.

Sunyoto menuturkan, kriteria penilaian tanaman hias ialah keserasian tanaman dengan pot, ketebalan daun, kekompakan daun, kesehatan tanaman hias, karakter, keunikan atau kelangkaan tanaman hias tersebut.

"Kalau tanaman hias memenuhi semua kriteria penilaian yang saya sebutkan diatas, maka otomatis menjadi juara kontes tanaman hias," tutur Sunyoto.

Adanya kontes tanaman hias ini diapresiasi oleh tokoh masyarakat setempat Sahrudin, mantan Plt Kepala Desa Citeko ini berharap masyarakat sekitar merespon akan meningkatnya tren pehobi tanaman hias.

"Adanya kontes tanaman hias ini menginspirasi saya dan juga warga Desa Citeko, karena dengan hanya lahan yang tak begitu luas kita bisa usaha tanaman hias. Saya melihat ini bisa menjadi solusi pemulihan ekonomi bagi warga yang terkena PHK karena lesunya dunia pariwisata," harap Sahrudin.

Dia menjelaskan, ke depan Desa Citeko bisa mengembangkan usaha tanaman hias dan apabila Kota Malang, Jawa Timur terkenal sebagai Malang Kota Bunga (Makobu), maka Citeko pun bisa seperti itu.

"Bisa saja kedepan dengan maraknya petani dan penjual tanaman hias dan bunga-bunga, desa kebanggaan kita ini terkenal sebagai Cikobu (Citeko Kota Bunga)," jelasnya.

Heri warga Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang menjadi juara 1 di kelas aglonema mengaku butuh waktu dua tahun untuk merawat tanamannya hingga rimbun seperti saat ini.

"Saya hanya pehobi tanaman hias biasa. Sudah dua kali ikut kontes tanaman hias baru kali ini menjadi juara. Ternyata hobi tanaman hias ini menghasilkan banyak uang karena tanaman yang dulu biasa-biasa saja, sekarang harganya malah meningkat," tukas Heri. (Reza Zurifwan)