Profesor Palsu Tunggal Rahayu Jadi Tersangka

Profesor Palsu Tunggal Rahayu Jadi Tersangka

INILAH, Bandung - Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman resmi ditetapkan menjadi tersangka. Penetapan tersangka, berkaitan dengan kebohongan perihal gelar akademik yang disandang oleh Sutarman.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan, penetepan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap Sutarman. "Sudah dilakukan pemeriksaan dan sekarang dinaikkan tersangka dan tersangka atas nama Pak Sutarman," saat dikonfirmasi Rabu (16/9) sore.

"Sudah jelas gelar profesor dan sebagainya itu bohong sehingga itu dinaikkan statusnya tersangka dan dilakukan penahanan," sambungnya.

Erdi mengungkapkan, saat ini Sutarman dijerat pasal 93 juncto Pasal 28 ayat 7 UU nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dengan ancaman 10 tahun penjara dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun.

Selain itu, lanjut Erdi, tidak menutup kemungkinan akan terdapat pasal baru yang dikenakan terhadap Sutarman. Pasalnya, terkait pengubahan lambang Garuda Indonesia oleh paguyuban yang dipimpin Sutarman.

"Ini mungkin ketika alat buktinya cukup akan digunakan pasal yang terpisah. Kemungkinan ada dua pasal bahkan mungkin lebih," pungkas Erdi.

Untuk diketahui, kelompok Paguyuban Tunggal Rahayu mendadak menjadi buah bibir masyarakat Jawa barat. Pasalnya, kelompok tersebut diduga telah melalukan perubahan pada lambang Garuda Pancasila. (Ridwan Abdul Malik)