Mayoritas Jalan Provinsi Jabar Belum Dilengkapi Fasilitas Lalu Lintas

Mayoritas Jalan Provinsi Jabar Belum Dilengkapi Fasilitas Lalu Lintas
net

INILAH, Bandung - Sebanyak 70% dari sekitar 2.360 kilometer jalan Provinsi Jawa Barat belum dilengkapi fasilitas lalu lintas. Itu meliputi penerangan jalan umum (PJU), marka jalan, dan rambu-rambu.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, secara umum kondisi eksisting fasilitas lalu lintas di Jawa Barat ada dalam kategori sedang.

"Tapi secara kuantitas ini yang harus menjadi perhatian bersama, karena kita masih punya PR (pekerjaan rumah), dari kurang lebih 2.360 kilometer jalan provinsi sekitar 70% nya masih belum terlengkapi fasilitas lalu lintas," ujar Hery, Rabu (16/9/2020).

Adapun kawasan yang paling minim fasilitas lalu lintas, menurut Hery, terutama di daerah kabupaten. Hal itu berbeda dengan daerah yang berdekatan dengan metropolitan seperti Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya yabg relatif cukup banyak memiliki fasilitas lalu lintas.

"Ya secara persentase sudah di atas 60-70 persen jalan provinsi yang berdekatan dengan kawasan metropolitan yang sudah terpenuhi fasilitas lalu lintasnya," jelas dia.

Hanya saja, Hery mengaku, jalan provinsi berada hingga ke pelosok, di antaranya Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur yang masih minim fasilitas lalu lintas. Tidak terkecuali Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning).

"Ciayumanjakuning, terutama kita di situ punya kawasan strategis Segitiga Rebana, nah ini jalan provinsinya masih banyak yang gelap, tidak bermarka dan berambu. Mungkin perlu kita kejar," jelas dia.

Terkait fasilitas lalu lintas, Hery tak menampik berkaitan erat dengan isu keselamatan manusia. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu tupoksi yang mesti diemban yang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat guna menjaga keselamatan berkendara di jalan, khususnya dari sisi prasarana.

"Kalau dari sisi sarana kan ada pengecekan pada kendaraan ya," imbuh dia.

Sejauh ini, pihaknya pun berupaya meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan di sejumlah lokasi yang cukup rawan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan perintah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan melakukan pemasangan roller barrier di Tanjakan Cikidang, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

"Lumayan lah sekarang sudah ada 9 titik yang menggunakan roller barier. Kemarin di Cikidang kan berfungsi ya, ada truk yang menabrak tapi dia tidak fatal karena terbantu oleh fungsinya roller barrier ini. Nah, hal hal seperti itu harus dilanjutkan dan saat ini  PR kita masih panjang," bener dia.

Hanya saja, Hery mengaku, untuk tahun 2020 ini percepatan penyediaan fasilitas lalu lintas di Jawa Barat sedikit tersendat. Itu menyusul refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.  Di mana Dishub Jabar diminta untuk merasionalkan anggaran.

Meskipun pembangunan fasilitas lalu lintas ini ditunda hingga tahun 2021 nanti, menurut dia, pihaknya akan tetap memiliki PR yang harus dikejar. Terlebih untuk meningkatkan satu persen angka kuantitas fasilitas lalu lintas di Jabar pun membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Meningkat 1% saja kita butuh minimal, itu belum bicara pemasangan roller barrier ya, kita butuh Rp16 miliar," ungkapnya.

Dengan begitu, jika pada 2023 nanti atau pada akhir masa jabatan Gubernur Jabar Ridwan Kamil nanti ditargetkan sebanyak 55% jalan di Jabar sudah terpasang fasilitas lalu lintas, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar.

"Selisihnya sekitar 15%, dikali Rp16 miliar kurang lebih sekitar Rp200 dan miliar," katanya.

Angka tersebut, dia sampaikan, hanya sekadar dapat memenuhi kuota fasilitas lalu lintas sebanyak 55% dari sekitar 2.360 kilometer jalan provinsi Jawa Barat. Artinya, belum bicara mengenai terminal, pelabuhan, maupun terkait kajian kajian seperti survei origin destination (OD).

"Belum lagi kita bicara transportasi massal. Saya dibebani tugas oleh pak gubernur harus mengembangkan transportasi masal yang memadai, murah, dan terjangkau.  Dan saat ini kan kita sedang menggarap perkeretaapian Bandung Raya untuk mengkoneksikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Nahitu kan meskipun dalam on-track tapi kan masih membutuhkan dukungan dukungan (anggaran)," pungkas dia. (Rianto Nurdiansyah)