Gak Pakai Masker, Lebih dari 800 Orang di Purwakarta Kena Sanksi

Gak Pakai Masker, Lebih dari 800 Orang di Purwakarta Kena Sanksi
ilustrasi

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, mulai menerapkan sanksi tegas bagi masyarakat yang masih tak mengindahkan penerapan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini. Mereka yang kedapatan tak memakai masker saat beraktifitas di luar ruangan misalnya, langsung diberikan peringatan tertulis hingga sanksi sosial saat itu juga.

Kepala Bidang Penegak Perda, Satpol PP Kabupaten Purwakarta, Iman Sukmana menuturkan, penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan ini telah diintensifkan sejak sepekan lalu. Hingga 16 September kemarin, sudah ada sebanyak 888 warga yang terjaring.

“Mereka yang terjaring, langsung mendapat sanksi sesuai aturan yang berlaku. Ada yang mendapat sanksi berupa teguran, sanksi tertulis hingga sanksi sosial,” ujar Iman saat dihubungi INILAH melalui selulernya, Kamis (17/9/2020).

Untuk warga yang dikenakan sanksi tertulis memang lebih banyak. Yakni, sekitar 812 dari total warga yang terjaring. Kemudian, mereka yang mendapat sanksi sosial, itu sebanyak 72 orang. Sedangkan, warga yang mendapat sanksi tegurah hanya empat orang.

“Jumlah warga yang terjaring ini merupakan akumulasi dari 9 kali kegiatan operasi,” jelas dia.

Iman menjelaskan, operasi yustisi hingga kini masih diintensifkan. Adapun lokasinya bukan hanya di silayah perkotaan, melainkan tersebar di sejumlah wilayah lainnya. Termasuk, di wilayah perbatasan kabupaten.

“Dalam operasi ini, kami turut menggandeng unsur TNI/Polri. Sehingga, operasi ini dilakukan secara massif di seluruh wilayah,” tambah dia.

Iman menambahkan, penerapan sanksi ini merujuk pada amanat yang tertuang dalam peraturan bupati (Perbup) nomor 198 tahun 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggar tertib kesehatan di masa pandemic Covid-19. Kebijakan ini, juga merujuk pada intruksi Presiden (Inpres) nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

 

Sanksi seperti ini untuk memberikan efek jera. Ini juga demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (Asep Mulyana)