Covid-19 Akibatkan Kemiskinan di Garut Bertambah Jadi 70 Persen

Covid-19 Akibatkan Kemiskinan di Garut Bertambah Jadi 70 Persen
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Gegara pandemi Covid-19 angka kemiskinan di Kabupaten Garut kini bertambah dari semula 40 menjadi 70 persen.

Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman pada Sosialisasi Program Rutilahu Tahun 2020 di Cipanas Tarogong Kaler Garut, Kamis (17/9/2020).

Namun, Helmi tak merinci berapa persisnya angka pertambahan keluarga miskin di Garut akibat pandemi Covid-19 tersebut. Dia hanya menyebutkan, pertambahan angka kemiskinan akibat pandemi Covid-19 bukan hanya terjadi di Kabupaten Garut.

"Secara nasional dengan adanya wabah Covid ini secara sosial meningkatkan masyarakat kita yang tadinya mampu menjadi tidak mampu. Ini tentu merupakan keprihatinan kita semua. Kita harus perjuangkan bersama, bagaimana caranya agar masyarakat keluar dari kemiskinan," ujarnya.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 memengaruhi semua sektor kehidupan, termasuk sektor ekonomi. Meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Garut menjadi salah satu hal memprihatinkan.

Pada kesempaten tersebut, Helmi menyatakan kegembiraannya akan adanya bantuan Gubernur Jabar untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Garut pada 2021 dengan jumlah dua kali lipat daripada tahun 2020 yang sebanyak 780 unit rutilahu.

Dia pun berharap target Provinsi Jawa Barat pada 2021 membangun rutilahu sebanyak 1.500 rumah untuk Kabupaten Garut bisa tercapai. (Zainulmukhtar)