APBD-P Kabupaten Bogor Alami Pergeseran Kembali

APBD-P Kabupaten Bogor Alami Pergeseran Kembali
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Refocusing atau pergeseran rencana Angaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2021 harus dilakukan Pemkab Bogor karena terjadi defisit anggaran dan menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dalam rapat paripurna hari ini, kita melakukan refocusing APBD-P tahun ini, karena defisit anggaran dan menurunnya PAD. Refocusing ini susuai arahan Kementerian Dalam Negeri," ucap Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis, (17/9).

Politisi Partai Gerindra ini menerangkan beberapa anggaran belanja modal seperti pelatihan sumber daya manusia, pembangunan insfrastruktur dan lainnya diharuskan bergeser untuk penangganan wabah Covid 19.

"Sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini sudah beberapa kali kita melakukan revisi APBD, ini merupakan kewajiban dari Kementerian Dalam Negeri dan kalau tidak dilaksanakan bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) akan turun sebesar 30 persen," terangnya.

Batalnya pelaksanaan ajang Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang di Bumi Tegar Beriman dianggap Iwan merupakan sebuah keuntungan demi penangganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonominya.

"Kita tak hanya menanggani penyebaran wabah tetapi juga melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, salah satu caranya dengan memproduksi 12 juta masker dimana sumber pendanaannya tidak hanya dari APBD tetapi juga bantuan darj perusahaan swasta maupun perseorangan," tutur Iwan.

Ia melanjutkan defisitnya anggaran dan menurunnya PAD ini diperparah dengan rendahnya serapan anggaran, hingga dirinya meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempercepat belanjanya.

"Ada beberapa SKPD yang sudah saya tegur karena lambatnya belanja hingga angka serapan kita baru 60 persen dan juga karena berpotensi menghasilkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) negatif, beberapa SKPD yang sudah saya tegur ialah Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan UmumPenataan Ruang maupun lainnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)