Robert Alberts Pilih Persib Dibandingkan Bisnis

Robert Alberts Pilih Persib Dibandingkan Bisnis
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts belum menunjukan ketertarikannya untuk terjun ke dunia bisnis. Fokus utamanya adalah sepak bola.

Padahal beberapa anak asuhnya sudah memiliki bisnis di luar sepak bola. Seperti halnya Dedi Kusnandar yang memiliki usaha kuliner, kontrakan dan laundry.

Lalu, Gian Zola Nasrulloh di bidang kuliner dan fesyen. Abdul Aziz Lutfi Akbar di bidang fesyen hingga I Made Wirawan yang menjual peralatan olahraga.

"Tidak. Saya tidak ada niatan untuk berbisnis saat ini. Hanya fokus terhadap sepak bola saja. Karena penting untuk fokus terhadap sepak bola dan fokus terhadap hasil pertandingan," ungkap Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Bahkan, pelatih asal Belanda ini pun belum berpikir untuk membuat akademi seperti layaknya beberapa pelatih lainnya. Saat ini dia hanya ingin berkonsentrasi menangani Persib Bandung.

"Pekerjaan saya hanya berkonsentrasi penuh untuk Persib Bandung, untuk mengantarkan hasil terbaik untuk Persib," tuturnya.

Robert mengaku belum memikirkan pekerjaan lain di luar sepak bola. Terlebih dia memiliki target untuk bisa membawa Persib juara.

"Saya tidak bisa memikirkan hal lain, karena saya berkonsentrasi penuh untuk Persib Bandung untuk menjadi juara," tegasnya.

Robert juga tak hanya ingin membawa Persib satu kali juara. Sebaliknya pelatih berusia 65 tahun ini ingin menjadikan Persib secara terus menerus menjadi kandidat juara.

"Jika sudah mulai terjun untuk membuka bisnis, sebagai pelatih tidak ada waktu," jelasnya.

Kondisi ini, lanjutnya sangat berbeda dengan para pemainnya. Sehingga para pemainnya bisa dengan leluasa memiliki bisnis di luar sepak bola.

"Kalau pemain berbeda, mereka hanya datang untuk berlatih. Pemain ada banyak waktu luang selain untuk mempersiapkan diri untuk berlatih dan tidak perlu memikirkan hal lain jadi untuk berbisnis itu positif untuk karier setelah menjadi pesepak bola. Sedangkan untuk pelatih, waktu 24 jam dihabiskan dengan tugas sebagai pelatih di kepala, jadi tak ada waktu untuk hal lain," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)