Bahlil: Jika Fokus ke UMKM, Mudah Capai Pertumbuhan Ekonomi 4 Persen

Bahlil: Jika Fokus ke UMKM, Mudah Capai Pertumbuhan Ekonomi 4 Persen
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (antara)

INILAH, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan jika fokus mengelola pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maka pertumbuhan ekonomi empat persen bisa dengan mudah dicapai.

"Kalau kita kelola UMKM dengan baik, itu sama dengan pertumbuhan ekonomi kita 3,5 persen-4 persen itu InsyaAllah sudah dapat, karena 60 persen kontribusinya terhadap ekonomi nasional," kata Bahlil Lahadalia seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis.

Bahlil Lahadalia meyakini jika UMKM kuat, maka Indonesia akan sejahtera. Hal itu karena UMKM berkontribusi pada 70-80 persen penyerapan tenaga kerja. Sementara kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60 persen.

Selain itu UMKM disebutnya juga mampu bertahan, bahkan berada di garda terdepan saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada 1998 silam. Dengan defisit ekonomi hingga 13 persen dan inflasi mencapai 88 persen kala itu, UMKM mampu melewati cobaan tersebut.

"Tidak berlebihan kalau saya katakan UMKM berada di garda terdepan untuk membaktikan dirinya kepada Ibu Pertiwi dalam rangka menyelamatkan ekonomi nasional," kata Bahlil Lahadalia.

ia mengungkapkan guna mendukung UMKM, BKPM akan ikut memberi ruang agar pelaku usaha itu bisa berkembang dengan memberikan layanan perizinan yang tidak berbelit, mendorong kemitraan dan kolaborasi dengan pengusaha besar yang berinvestasi di Indonesia serta ikut mendukung penciptaan wirausaha baru.

Sementara itu Menkop UKM Teten Masduki mengatakan seluruh pihak harus bersama bahu membahu bersinergi untuk mengembangan perekonomian rakyat, melalui UMKM dan koperasi.

"Kita sama-sama tahu 97 persen masyarakat kita ini bekerja di sektor UMKM. Untuk itu kita harus berusaha agar UMKM ini bisa bertahan dalam kondisi yang cukup sulit," katanya. (antara)