Pemilik Ruko Blok C Pasar Cisarua Diminta Mengadu ke Ketua Dewan

Pemilik Ruko Blok C Pasar Cisarua Diminta Mengadu ke Ketua Dewan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cisarua- Menanggapi permasalahan adanya pemilik ruko yang menolak ganti rugi kios di Blok C Pasar Cisarua, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi meminta mereka untuk mengadu ke Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto.

"Yayan Sofyan selaku pemilik ruko di Blok C Pasar Cisarua maupun 21 orang pemilik ruko lainnya, saya minta mengadu ke Ketua DPRD dan Komisi II DPRD Kabuaten Bogor, nanti setelah itu saya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan III (termasuk Kecamatan Cisarua) akan mendorong hingga para legislatif akan memanggil PD Pasar Tohaga dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian," ujar Wawan kepada wartawan, Kamis, (17/9).

Pria yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar ini menuturkan agar dalam melakukan pemgaduan ke Ketua maupun Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, para pemilik ruko membawa berkas-berkas akte jual beli (AJB) ruko miliknya.

"Jangan lupa bawa berkas-berkas AJB kepemilikan rukonya, yang kabarnya mereka beli dari PT. Bina Axioma," tuturnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyakini aset lahan dimana bangunan ruko merupakan aset Pemkab Bogor hingga surat kepemilikan lahan yang dimiliki oleh pemilik adalah hak guna bangunan  (HGB).

"Menurut data (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) lahan bangunan ruko adalah aset pemerimtah daerah, sementara HGB para pemilik atau pedangang masa berlakunya sudah habis," kata Nuradi.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan juga membantah bahwa surat yang dimiliki oleh Yanyan Sofyan berbentuk AJB, melainkan HGB.

"Seingat saya dan sesuai hasil penulusuran tim legal hukum kami, surat yang dimiliki oleh Yanyan Sofyan dan kawan-kawan adalah HGB dan bukannya AJB, selain itu HGBnya juga kadaluarsa pada 3 atau 4 tahun yang lalu. Permasalahan ini kabarnya juga sudah diselesaikan secara persuasif yaitu mereka mendapatkan kios pengganti," singkat Haris.

Sebelumnya, Yaya menolak ganti rugi kios yang ditawarkan oleh Unit Pasar Cisarua maupun PD Pasar Tohaga, pasalnya luas kios tidak seimbang dengan ruko dua lantai yang ia miliki.

"Luas ruko saya 72/36 meter sementara  yang ditawarkan Unit Pasar Cisarua atau PD Pasar Tohaga hanya 3 kios dengan total luas 15 meter, oleh karena itu saya menolak ganti rugi tersebut," tegas Yayan.

Ayah 3 orang anak ini menjelaskan bahwa lahan dimana bangunan ruko milik pedagang ialah milik pemerintah desa yang lalu menghibahkan ke developer.

"Kami memiliki salinan bukti letter C lahan tempat bangunan kami berdiri, dimana lahan tersebut merupakan hibah pemerintah desa yang selanjutnya memjadu milik kami dan bukannya milik pemerintah daerah," jelasnya. (Reza Zurifwan)