Covid-19 di Bogor Merajalela, Giliran Ada Swalayan Tutup

Covid-19 di Bogor Merajalela, Giliran Ada Swalayan Tutup
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor- Satu per satu swalayan di Kota Bogor terpaksa tutup. Setelah supermarket Giant, kini giliran Ada Swalayan.

Rabu lalu, warga Kota Bogor terkejut. Keinginan mereka berbelanja di gerai supermarket Giant gagal jadi kenyataan. Pasalnya, baik Giant Yasmin maupun Giant Dramaga, tutup. Penyebabnya, ada karyawan Giant Jakarta yang meninggal karena Covid-19 dan pernah datang ke Giant di Bogor.

Kemarin, giliran Ada Sawalayan yang tutup. Penyababnya, ada karyawan yang terindikasi terpapar Covid-19. Di depan toko swalayan itu, terpampang pengumuman toko ditutup.
Pengumuman itu menginformasikan sehubungan dengan adanya salah satu karyawan yang terindikasi Covid-19, pihak manajemen menutup sementara operasional toko dimulai Kamis (17/9) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Manajemen swalayan akan melakukan penyemprotan disinfektan dan melakukan sterilisasi area toko.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya mengapresiasi manajemen Ada Swalayan yang secara terbuka mengumumkan kepada publik.

“Ya, patut kita apresiasi ini. Diumumkan kepada publik,” ujar Dedie kepada INILAH, Kamis (17/9).

Dedie melanjutkan, GTPP Covid-19 Kota Bogor segera meminta pihak Ada Swalayan memberikan daftar kontak erat karyawan yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Itu dilakukan untuk dapat ditindaklanjuti dengam tes swab kepada karyawan yang kontak erat tadi,” tambah Dedie.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, untuk swalayan Giant, yang meninggal bukanlah orang Bogor. Tapi, pihaknya sedang mendalami semua kontak eratnya.
Bima pun enggan meninjau pusat perbelanjaan yang tengah ditutup itu. “Nggak. Pokoknya sistem semua sudah bergerak. Kontak eratnya sedang didalami semua. Mana yang orang Kota Bogor dan mana yang bukan,” tutur Bima.

Untuk informasi, tutupnya supermarket Giant dan Ada Swalayan menambah panjang daftar pusat perbelanjaan yang karyawannya terpapar Covid-19. Sebelumnya, hal serupa pernah terjadi pada Yogya Junction serta supermarket bahan bangunan Mitra 10. Bahkan Mitra 10 menjadi klaster dikarenakan cukup banyak karyawan yang terpapar Covid-19. (Rizki Mauludi)