Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Aparat Keamanan Harus Kembalikan Kepercayaan Publik

Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Aparat Keamanan Harus Kembalikan Kepercayaan Publik
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Kasus penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber di Lampung beberapa waktu lalu, harus menjadi perhatian serius bagi pihak keamanan. Peningkatan pengamanan harus dilakukan pihak petugas keamanan terhadap para penceramah dan tokoh lainnya saat bertatap muka langsung dengan masyarakat.

"Ini peringatak untuk aparat keamanan agar meningkatkan pengamanan. Toh aparat keamanan itu kan ada sampai tingkat desa. Apabila tokoh penceramah, politisi sedang turun kepada masyarakat harus ada pengamanan lebih. Seperti yang terjadi juga terhadap Pak Wiranto beberapa waktu lalu," kata Wakil Ketua MPR Zazilul Fawaid usai menggelar sosialisasi empat pilar di Pondok Pesantren Al Jawami, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (18/9/2020).

Dia menuturkan, peningkatan keamanan terhadap tokoh, baik itu penceramah, politisi dan tokoh lainnya ini sangat penting. Kehadiran petugas keamanan harus benar benar dirasakan oleh masyarakat. Karena jika kejadian serupa terus terulang, hal ini akan berdampak kepada kepercayaan publik terhadap institusi yang diberi kewenangan soal keamanan.

"Bagi para calon kepala daerah juga ini harus menjadi warning. Mereka kan sekarang banyak menghadiri pertemuan dengan masyarakat, nah jangan sampai kejadian ada penyerangan terhadap calon bupati. Keamanan harus benar benar ditingkatkan, karena jangan sampai kepercayaan publik turun terhadap petugas keamanan," ujarnya.

Disinggung mengenai adanya gerakan gerakan atau perbuatan intoleran dan anti Pancasila, Zazilul mengatakan selama pandangan atau pemahaman agamanya moderat, tentunya akan selaras dengan Pancasila.

"Di Bandung saya yakin tidak, masyarakat Bandung mayoritas pandangan agamanya moderat, pasti kompatibel (selaras) dengan Pancasila. Tapi kalau tidak dijaga, bisa saja terjadi karena diera globalisasi ini aliran aliran yang anti Pancasila ini bisa masuk lewat jejaring yang tidak diketahui," katanya.

Salah satu bentuk penerapan Pancasila ini, lanjut Zazilul, dimanapun berada selalu menghormati para pejuang. Termasuk para pejuang yang berasal dari Pondok Pesantren yakni para kyai, santri dan ulama. Hal tersebut juga dibuktikan dengan terus didorongnya semua pemerintah daerah agar membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang perhatian terhadap Pondok Pesantren.

"Ini kami buktikan lahirnya Perda itu. Toh UU tentang Pesantren sudah ada. Makanya kepada calon bupati saya sebagai Wakil Ketua Umum PKB minta agar merealisasikan Perda tentang Pesantren ini, dan harus punya kepedulian terhadap pesantren yang sudah ada sebelum negara ini merdeka," ujar politisi dari PKB itu. (Dani R Nugraha)