Olahraga Bela Diri, Berkuda, dan Pedang

Olahraga Bela Diri, Berkuda, dan Pedang

PADA dasarnya olah raga apa pun, selama terpenuhi adab-adab Islam adalah baik, dan bisa dinilai ibadah jika diniatkan sebagai upaya menjaga amanah Allah Ta'ala yang bernama kesehatan. Hal ini berdasarkan dalil-dalil umum:

"Wahai orang-orang beriman janganlah kalian khianati Allah, Rasul, dan amanah-amanah yang ada pada kalian." (QS. Al Anfal: 27)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Mumin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mumin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan." (HR. Muslim No. 2664)

Maka, tidur yang cukup, makan minum yang halal dan sehat, serta olah raga, bisa bernilai ibadah jika diniatkan sebagai penjagaan terhadap amanah kesehatan kita. Beberapa olahraga dan permainan yang disebut dalam As Sunah, di antaranya:

1. Olahraga Bela Diri, Berkuda, dan Pedang

Secara umum persiapan diri dengan ilmu bela diri dari serangan musuh disebutkan dalam firman Allah Ta'ala, "Wahai orang-orang beriman, bersiap siagalah, dan berangkatlah ke medan tempur baik secara berkelompok atau bersamaan." (QS. An Nisa: 71)

"Dan siap siagakanlah olehmu untuk menghadapi mereka berupa kekuatan yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang tertambat, yang dengannya dapat menggetarkan musuh Allah dan musuh kalian." (QS. Al Anfal: 60)

"Dan (bagi) orang-orang yang jika menimpa kepada mereka kezaliman maka mereka membela diri." (QS. Asy Syura: 39)

Dari As Sunah, Imam An Nawawi Rahimahullah menceritakan:

Ucapan Aisyah: "Aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menutupi aku dengan selendangnya, saat itu aku menyaksikan orang-orang Habsyah (Etiopia) yang sedang bermain-main, dan saat itu aku masih remaja, dalam riwayat lain- mereka bermain dengan alat-alat perang mereka di masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."Pada kisah ini menunjukkan bolehnya memainkan senjata dan alat-alat perang lainnya di dalam masjid. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/184)

Lalu dalam riwayat Abu Daud No. 4080. dan At Tirmidzi No. 1784, bahwa Nabi pernah bergulat dengan Abu Rukanah. Semua nash ini, menunjukkan bahwa kemampuan membela diri, baik berupa dengan belajar bela diri, bergulat, berlatih kuda, dan pedang adalah disebutkan baik secara tersurat dan tersirat. Hal ini bukan semata-mata olahraga, ketangkasan, dan permainan, tapi merupakan bagian dari Idadul Jihad (persiapan jihad) bagi kaum muslimin.