Dibantu APBN, Jumlah Sumur Resapan di Kabupaten Bogor Bakal Semakin Banyak

Dibantu APBN, Jumlah Sumur Resapan di Kabupaten Bogor Bakal Semakin Banyak
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Project Management Office (PMO) Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terus melakukan sosialisasi pembangunan sumur serapan di Kabupaten maupun Kota Bogor.

"PMO Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian PU-PR berencana meningkatkan jumlah sumur serapan di Kabupaten Bogor dam Kota Bogor, hal ini dilakukan demi mencegah bencana alam banjir dan ketersediaan air bersih," ucap Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bogor Joko Pitoyo kepada wartawan, Jumat (18/9/2020).

Dia menerangkan, untuk mengendalikan resiko bencana alam banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) maka dibutuhkan jutaan unit sumur resapan.

"Kalau kita mau mengendalikan atau mencegah bencamna alam banjir maka kita butuhkan 400.000-1.200.000 sumur resapan mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari Puncak, Cianjur hingga Jakarta, Bekasi maupun Tanggerang sebagai daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung-Cisadane," terangnya.

Joko menuturkan sebenarnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor sudah melakukan pembangunan 1.107 titik sumur resapan, maka ditahun 2021 mendatang dengan bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) maupun lainnya, bakal ada peningkatan sebanyak 5.000an titik sumur resapan.

"Pemkab Bogor berharap ada tambahan anggaran dari pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan 5.000an sumur resapan di 9 kecamatan yang menjadi sasarannya," tutur Joko. (Reza Zurifwan)