Ekspor Barang Turun, Tapi Impornya Naik

Ekspor Barang Turun, Tapi Impornya Naik
ilustrasi
INILAH, Bandung-Nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarta IV tahun 2018 hanya tumbuh 5,17%, atau naik dari target Anggaran Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4%.
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, angka pertumbuhan ini diperngatuhi beberapa faktor, salah satunya ekspor dan impor.
 
Dimana kuartal IV 2018 ekspor barang Indonesia mencapai US$44,98 miliar atau turun 4,48% (q to q) dan nail 1,04% sepanjang tahun (y on y).
 
"Nilai ekspor barang Indonesia kuartal IV kurang menggembirakan," kata Kecuk sapaan akrabnya, Jakarta, Rabu (6/2/2019).
 
Sementara nilai impor barang Indonesia kuartal IV 2018 meningkat 0,25% atau senilai US$ 49,85 miliar. Dan sepanjang tahun juga mengalami kenaikan sebesar 12,10%.
 
Kemudian, penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada Triwulan IV/2018 mencapai 294.657 unit, atau turun sebesar 2,75 % (q-to-q) dan naik sebesar 9,37% (y-on-y).
 
Penjualan sepeda motor secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada Triwulan IV/2018 mencapai 1.660.866 unit, atau turun sebesar 3,41% (q-to-q) dan naik sebesar 7,44% (y-on-y).
 
Produksi semen pada Triwulan IV/2018 sebesar 13,53 juta ton, atau turun 31,88% (q-to-q) dan 28,59% (y-on-y). Sedangkan penjualan semen dalam negeri pada Triwulan IV/2018 sebesar 19,73 juta ton, atau naik 4,30% (y-on-y).