ASN Dipanggil Bawaslu, Kepala BKPSDM Kab Bandung Nilai Salah Sasaran

ASN Dipanggil Bawaslu, Kepala BKPSDM Kab Bandung Nilai Salah Sasaran
istimewa

INILAH,Bandung- Kepala  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, Wawan Ridwan membantah soal adanya dugaan keterlibatan seorang ASN Sekertaris Camat berinisial AYP yang mengantar salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati saat menjalani tes kesehatan di RSHS Kota Bandung beberapa pada 8 September lalu.

 

"Saya nyatakan bahwa tidak benar ada ASN Kabupaten Bandung yang mengantar salah satu bakal paslon (pasangan calon) saat menjalani tes kesehatan itu,” kata Wawan Ridwan di Soreang, Sabtu (19/9/2020).

 

Menurut Wawan, pihaknya telah melakukan konfirmasi terhadap ASN bersangkutan. Kata dia, pada 8 September itu, AYP mengaku tengah mengikuti rapat di lingkungan  Pemerintah Kabupaten Bandung di Soreang. Sehingga tidak mungkin berada di RSHS Kota Bandung, apalagi mengantar salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

 

Wawan juga mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah seringkali memberikan imbauan kepada para ASN. Agar senantiasa menjaga netralitas serta mengetahui rambu rambu yang tidak boleh dilanggar oleh seorang ASN. Terkadang pelanggaran itu terjadi karena tidak mengetahui kode etik dalam bermedia sosial.

 

“Saya kira media sosial ini bukan hal yang baru bagi kita semua. PNS di Kabupaten Bandung harus faham bagaimana menggunakan media sosial tanpa melanggar netralitas yang ditetapkan berdasarkan aturan yang ada. Saya harap ASN dapat bijaksana menggunakan media sosial. Selain itu, dapat menahan diri sampai tanggal 9 Desember. Walaupun PNS ini diberikan hak politik tapi ada regulasi yang mengatur dan harus dipatuhi. Lebih baik kita tidak pro-aktif dalam media sosial untuk mencari informasi-informasi yang sifatnya diperlukan saja," ujarnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung memanggil satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung terkait dugaan pelanggaran kode etik.

 

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga pada Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia mengatakan, seorang ASN yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah sekretaris camat berinisial AYP, yang diduga ikut mengantar salah satu bakal calon saat menjalani tes kesehatan di RSHS Kota Bandung pada 8 September 2020 lalu. 

 

"Kenapa ada jeda atau rentang waktu yang begitu lama dari  saat kejadian sampai hari ini, karena kami mencari informasi dan keterangan siapa orang tersebut. Walaupun saya hadir di lokasi, saya tidak mengenal namanya, saya hanya mengidentifikasi wajah, postur tubuh dan ciri-ciri lainnya," kata Hedi di Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung, Soreang, Jumat (18/9/2020).

 

Dikatakan Hedi, menurut keterangan saksi pada saat kejadian, memastikan bahwa yang bersangkutan adalah ASN berinisial AYP dan memiliki NIP sebagai Sekcam di wilayah selatan Kabupaten Bandung.(rd dani r nugraha).