Penutupan Jalan Protokol, Pedagang Pasar Baru Ajukan Surat Keberatan

Penutupan Jalan Protokol, Pedagang Pasar Baru Ajukan Surat Keberatan
istimewa

INILAH, Bandung - Penutupan lima ruas jalan protokol di Kota Bandung berdampak kepada sektor ekonomi. Kegiatan buka tutup jalan di tiga waktu berbeda sejak Jumat (18/9) kemarin, membuat geliat ekonomi di Pasar Baru kembali sepi.

"Dampaknya langsung terasa, apalagi sejak izin operasional diberikan, Pasar Baru belum begitu ramai dikunjungi pembeli," kata Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) Iwan Suherman pada Sabtu (19/9/2020).

Menurut dia, rapat perwakilan pedagang akan segera dilaksanakan untuk membahas perihal penutupan jalan. Terlebih, Pasar Baru berada di kawasan Jalan Otto Iskandardinata. Mereka menilai, kegiatan  tersebut mematikan ekonomi pedagang.

"Kita berencana akan membuat surat keberatan Jalan Otista di tutup. Karena penutupan jalan di pagi dan siang itu, bertentangan dengan relaksasi ekonomi. Kecuali kalau ditutupnya malam, tidak ada masalah bagi kita," ucapnya.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memberlakukan buka tutup jalan di lima ruas jalan protokol terhitung Jumat (18/9). Penutupan dilakukan selama tiga kali yakni pukul 09.00-11.00 WIB, 14.00-16.00 WIB dan 22.00-06.00 WIB.

Adapun kelima ruas jalan protokol adalah Jalan Otto Iskandardinata- Suniaraja. Jalan Asia Afrika-Tamblong. Jalan Merdeka-Riau. Jalan Merdeka-Aceh dan Jalan Purnawarman-Riau. Penutupan dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Yogo Triastopo)