Tipu Puluhan Orang, Bos EO Bandung Dipolisikan, Kerugian Capai Rp14 M

Tipu Puluhan Orang, Bos EO Bandung Dipolisikan, Kerugian Capai Rp14 M
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung- Tipu puluhan orang, bos even organiser (EO) di Bandung MBW kembali dipolisikan. Tak tanggung-tanggung kerugian mencapai Rp 14 miliar, bahkan korbannya meliputi saudara dan kerabatnya sendiri.

MBW sendiri saat ini sudah mendekam di Rutan Kebonwaru dalam kasus yang sama, yakni penipuan dan penggelapan. Modusnya, dari mulai arisan hingga investasi bodong. Kini para korbannya pun kembali melaporkan MBW dengan duhaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Salah seorang korban, Edwin mengungkapkan, dugaan penipuan itu bermula saat MBW menawarkan kerja sama investasi di bisnis EO-nya. Edwin pun tertarik karena pelaku menyodorkan proposal yang menjanjikan. 
Saat itu dirinya melihat bisnis pelaku memang tengah naik daun. 

"Saya akhirnya investasikan Rp 660 juta ke pelaku. Uang investasi itu dijanjikan akan mendapat keuntungan 2,5 persen per bulan. Tapi langsung jadi masalah seperti ini. Uang saya dibawa kabur," katanya saat ditemui di kawasan Jalan Mekar Sejahtera, Bandung, Jumat (20/9/2020).

Edwin dan korban lainnya sengaja unsur TPPU dimasukan dalam pelaporan ke Polda Jabar fi akhir 2019 lalu, selain pasal penipuan dan penggelapan. Sebab, dirinya sangat yakin uang hasil menipu para korban masih banyak. 

"Kami yakin uangnya masih ada. Masa uang segitu besar lenyap tanpa jejak, kan enggak mungkin. Kami hanya ingin polisi cepat membongkar kasus ini dan mencari tahu uangnya kemana. Kami ingin uang kami kembali dan tidak ingin ada korban lain," ujarnya.

Sementara itu, korban lainnya, Rony Darjanto  juga senasib dengan Edwin. Ia menyimpan Rp 660 juta di pelaku MBW. Setelah ditelusuri, ternyata korbannya ini cukup banyak. Dirinya sangat tidak menyangka jika keponakannya itu akan menipu dirinya.

"Padahal dia itu keponakan saya. Saya yang jado walinya saat dia menikah. Yang tak sangka lagi korbannya banyak, kerugian ditaksir Rp 14 miliar lebih;" ujarnya.

Selain itu, korbannya tak cuma warga Kota Bandung. Namun ada juga mereka yang berasal dari Jakarta, Semarang, Tasikmalaya, Cirebon dan Garut. Ia berharap kepolisian bisa lebih cepat memproses pelaporan terhadap pelaku MBW, khususnya terkait dengan TPPU.

Salah satu korban lainnya, Kamalia, pernah mengambil langkah hukum sendiri. Ia sempat menggugat MBW secara perdata. Bahkan, gugatannya dikabulkan Pengadilan Negeri (PN) Bandung. 

Kamalia secara total sudah menginvestasikan uang hingga Rp 1,3 miliar ke MBW. Ia mulai menjadi rekan bisnis MBW sejak tahun 2012. Selama ini, seperti halnya ke korban lain, MBw mengiming-imingi keuntungan sebesar 2,5 persen per bulan dari nilai investasi.

Korban lain, Albert bercerita lain. Ia yang juga masih punya hubungan saudara dengan pelaku, awalnya tak mau menginvestasikan uang. Namun pelaku selalu mencoba meyakinkan karena bisnis EO-nya tengah naik daun. Albert pun akhirnya menginvestasikan sebesar Rp 330 juta.

"Akhirnya saya percaya, karena dia masih saudara. Apalagi EO-nya lagi rame. Di Instagram juga hampir setiap minggu dia pegang acara wedding. Saya pikir dia pinjam uang cuma ke saya. Tahunya ke orang lain lebih banyak," ujarnya. 

Di tengah menunggu kelanjutan proses hukum di Polda Jabar, para korban cukup kaget karena MBW ternyata sudah mendekam di Rutan Kebonwaru. Dia diproses karena laporan korban lain yang nilai kerugiannya hanya Rp 35 juta. MBW divonis 1,5 tahun penjara. (Ahmad Sayuti)