Polda Jabar Libatkan PPATK Usut TPPU Bos EO di Bandung

Polda Jabar Libatkan PPATK Usut TPPU Bos EO di Bandung

INILAH, Bandung- Polda Jabar masih mendalami dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan bos event organizer (EO) di Bandung.

Polisi pun melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut tindak pidana yang kerugiannya ditaksir mencapai Rp 14 miliar tersebut. 

Salah seorang korban Daryanto meminta agar polisi segera memproses dan mengungkap laporan tersebut. Sebab, kata dia, MBW yang saat ini ditahan, diperkirakan segera bebas lantaran vonis atas kasus penipuan sebelumnya hanya 1,5 tahun penjara. 

"Kita tuntutannya agar diusut, supaya nanti kalau bebas, dia nggak kabur dan tidak ada korban lagi," kata Daryanto, Minggu (20/9/3020).

Daryanto yang mengalami kerugian sebesar Rp 660 juta ini meminta agar penyidik bisa mengungkap TPPU-nya. Dengan dilaporkanya TPPU, dirinya berahap uanh para korban bisa kembali.

Menanggapi hal itu Polda Jabar mengaku sudah menaikkan status pelaporan para korbam dari penyelidikan ke penyidikan. Kendati begitu pihaknya belum menetapkan MBW sebagai tersangka.

"Perkembangannya  sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Nah penyidik sekarang sedang meminta bantuan ahli PPATK," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi. 

Ia menjelaskan, PPATK dilibatkan guna menelusuri aliran dana yang dilakukan oleh MBW. Meski sudah dinaikan menjadi penyidikan, polisi belum menetapkan MBW sebagai tersangka dalam kasus ini.

"(PPATK) Untuk syarat mentersangkakan TPPU-nya, (menelurusi) aliran dana. Jadi PPATK sedang menelusuri, sampai sekarang masih ditunggu," ujarnya. 

Erdi mengaku kasus ini membutuhkan waktu yang tak sebentar. Lantaran perlu penelusuran lebih jauh untuk segera mengungkap kasus ini. Seperti menelusuri rekening untuk menganalisa kemana larinya uang para korban.

Kasus ini dilaporkan ke Polda Jabar pada akhir tahun 2019 lalu. Bos EO berinisial MBW tersebut diduga melakukan penipuan terhadap puluhan orang di Bandung dengan kerugian miliaran. MBW sendiri saat ini tengah menjalani hukuman penjara atas kasus penipuan lainnya.