UTama Menerima 2.300 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021

UTama Menerima 2.300 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021
Istimewa

INILAH, Bandung - Universitas Widyatama (UTama) menggelar Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020-2021, di Gedung Serba Guna (GSG) UTama, Bandung,
Sabtu (19/9/2020)

Ribuan mahasiswa baru tersebut diterima di lima fakultas, antara lain Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa, Fakultas Teknik, Sekolah Pascasarjana, dan 21 Program Studi (Prodi). Termasuk Prodi baru, yakni Perdagangan Internasional, Perpustakaan dan Sains, serta Film dan Televisi.

"Alhamdulillah peminatnya masih tinggi, sebanyak 2.300 mahasiswa baru. Jumlah pendaftar 3.700, kita hanya menerima 2.300 karena ketersediaan kelas," ujar Rektor UTama, Obsatar Sinaga, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Obi sapaan akrabnya, strategi yang diterapkan UTama untuk para mahasiswa baru, pihaknya memberlakukan kuliah dua hari. Selain itu, kegiatan perkuliahan juga dilakukan secara online.

"Dua hari boleh Senin-Selasa, Rabu-Kamis atau Jumat-Sabtu. Dua hari itu, satu hari dia ngambil tiga mata kuliah. Satu mata kuliah 3 SKS, berarti dua hari 18 SKS cukup satu paket," terangnya. 

Tugas akhir mahasiswa di UTama tidak harus berupa skripsi atau tesis, tetapi bisa berbentuk karya ilmiah, seperti berbentuk jurnal internasional.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jabar, Atalia Praratya Kamil menambahkan mahasiswa baru harus bisa memanfaatkan media sosial untuk membuat konten kreatif guna membantu masyarakat agar tidak merasa stres dengan banyaknya pemberitaan mengenai pandemi Covid-19.

"Jadi sekarang setiap kali melihat berita, atau mendengar orang bicara itu semua tentang pandemi Covid-19, sehingga masyarakat perlu diberikan konten-konten positif, itu bisa dilakukan oleh para mahasiswa," ujar Atalia.

Ia mendorong mahasiswa menjadi peneliti di era pandemi untuk meringankan tugas pemerintah. Terlebih, saat ini banyak teknologi-teknologi yang dibuat para mahasiswa sebagai bentuk kontribusi dalam penanganan Covid-19.

"Jadi saya kira patut kita dorong kepada mahasiswa, dimanapun mereka berada mereka bisa berkontribusi cara penanganan Covid-19," terang Istri Gubernur Jawa Barat ini.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengaku bangga dengan Universitas Widyatama yang menerapkan protokol kesehatan maksimal. Termasuk keringanan yang diberikan ketika masyarakat atau mahasiswa kesulitan pada saat kuota mereka terhambat.

"Jadi saya kira, para mahasiswa juga saat ini harus sangat paham mengapa dalam situasi saat ini mereka lakukan pembelajaran jarak jauh," tandasnya. (Okky Adiana)