Perbaharui Sertifikasi Tanah, BPN Kabupaten Bogor Gunakan Aplikasi Modern 

Perbaharui Sertifikasi Tanah, BPN Kabupaten Bogor Gunakan Aplikasi Modern 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kantor BPN Kabupaten Bogor kembali melengkapi aplikasi modern berbasis teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam mengperbaharui data-data sertifikat tanah.

Dengan teknologi tersebut BPN Kabupaten Bogor semakin mendekatkan diri kepada masyarakat serta data-data yang ada di sertifikat bisa senantiasa terupdate dengan data-data yang ada di Kantor BPN.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto mengatakan, penambahan aplikasi modern di validasi bidang tanah bertujuan untuk meningkatan kualitas data pertanahan. 

Sebab, setiap perubahan data yang diawali sejak adanya perbuatan hukum pertama di atas bidang tanah, harus tercatat di sertifikat yang dipegang masyarakat sebagai pemegang hak atau pemilik tanah.

“BPN Kabupaten Bogor sebagai instansi pemegang data kepemilikan tanah, data di Kantor BPN dan pemegang hak harus sama dan senantiasa terupdate,”  ujar Sepyo kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Menurutnya, sebagai pilot project BPN Kabupaten Bogor telah melakukan sosialisasi aplikasi dan mitra kerja  Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) di kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong. 

“Nantinya kami berencana untuk terus melakukan  sosialisasi dengan PPAT di tempat lain dengan harapan aplikasi ini dapat diketahui seluruh masyarakat pemilik bidang tanah dan pemegang sertipikat supaya kualitas data pertanahan Kabupaten Bogor lengkap,” sambungnya.

Pria asli Kota Solo ini juga menjelaskan, aplikasi modetm terbaru BPN Kabupaten Bogor menggunakan basis pendekatan kepada masyarakat. hal itu berbalik dengan sistem sebelumnya dimana validasi diajukan melalui permohonan yang ada di loket.

“Mengapa berbasis partisipasi masyarakat. Karena BPN ingin mempercepat perbaikan kualitas data, BPN Kabupaten Bogor juga  aktif melakukan upaya pendekatan kepada pemegang sertifikat dengan menggunakan aplikasi ini. Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam memperbaiki kualitas data pertanahan dengan meng-update data-data bidang tanah yg mereka miliki,” jelas Sepyo. (Reza Zurifwan)