Tes Swab Target 1 Persen Jumlah Penduduk Kabupaten Cirebon Terlampaui

Tes Swab Target 1 Persen Jumlah Penduduk Kabupaten Cirebon Terlampaui
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Tes swab 1 persen dari jumlah pendudukan di Kabupaten Cirebon, sudah terlampaui.  Hingga saat ini, Pemkab Cirebon sudah melakukan swab kepada 22.920 warga, dari total penduduk Kabupaten Cirebon yang mencapai 2,2 juta jiwa. Demikian dikatakan Bupati Cirebon Imron, Minggu (20/9/2020).

Dia menjelaskan, adanya tes swab yang terus menerus dilakukan, merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam penanganan Covid-19. Imron mengaku, lebih baik terdeteksi  sejak dini, daripada lalai. Konsekwensinya, setiap hari dipastikan jumlah konfirmasi Covid-19 pasti selalu bertambah.

"Pemkab terus melakukan tes swab. Wajar kalau setiap hari jumlah konfirmasi covid selalu bertambah. Justru kami terus berusaha mendeteksi jumlah penyebaran virus mematikan ini," ungkap Imron.

Menurutnya, di Kabupaten Cirebon uji swab massal dilakukan disejumlah tempat dengan menyasar berbagai elemen masyarakat. Bukan hanya dikalangan pegawai pemerintahan saja, uji swab juga dilakukan disejumlah tempat keramaian, pondok pesantren dan lainnya. Efeknya memberikan hal yang sangat positif. yang sangat positif, karena pemetaan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon menjadi jelas.

"Yang jadi persoalan adalah jumlah warga yang terdeteksi positif Covid-19, mayoritas masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). jika saja penderita Covid-19 yang masuk OTG ini tidak terdeteksi, maka jumlah terkonfirmasi di Kabupaten Cirebon akan lebih tinggi lagi. OTG ini kan tidak merasakan apa-apa, tapi justru bisa menularkan kebanyak orang,” jelas Imron.

Dari lampauan test swab 1 persen dari jumalah penduduk, diakuinya hanya terdapat 609 warga yang terdeteksi positif Covid-19. Dari total jumlah tersebut, hanya 27 persen saja yang menjalani perawatan, karena mengalami gejala klinis. Sedangkan 73 persen lainnya, merupakan pasien tanpa gejala dan hanya melakukan isolasi mandiri.

"Kita akan terus melakukan tes swab sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Semakin ketatnya protokol kesehatan yang kita lakukan, mungkin bisa menekan penyebaran corona," ujarnya.

Disisi lain, bupati mengapresiasikan Penggunaan pengobatan metode baru, yaitu terapi plasma. Saat ini terapi plasma sedang diberikan kepada dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, terapi plasma merupakan terapi dengan cara transfusi, dengan menggunakan plasma darah dari pasien yang pernah terkonfirmasi positif dan sudah sembuh. Adanya transfusi plasma ini, diharapkan nantinya, anti body dari pasien bisa lebih meningkat dan bisa melawan virus.

"Terapi plasma pada pengobatan pasien yang terkonfirmasi Covid-19, merupakan salah satu bentuk terobosan baru dari Pemkab Cirebon. Ini terus kita upayakan, untuk memberikan pengobatan yang maksimal kepada warga," beber Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni memastikan, pihaknya masih akan menambah jumlah swab massal di Kabupaten Cirebon, menjadi 30 ribu orang. Pada anggaran perubahan ini, akan ada penambahan uji swab sebanyak 8.000 sampel.  Selain melakukan uji swab kepada warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif, swab massal juga dilakukan untuk pegawai yang bertugas di lingkungan perkantoran Kabupaten Cirebon. 

"Suksesnya pelaksanaan swab massal juga, berkat cepatnya hasil uji swab yang kami lakukan. Hasil swab dalam tempo sekitar dua hari,  bisa didapatkan dari Laboratorium UGJ. Jika ada yang positif, Nanti hasil tersebut, ditindaklanjuti oleh Puskesmas untuk melakukan tracing,” papar Eni.

Eni juga menyoroti penggunaan swab memakai PCR Portable. Dengan menggunakan alat ini, pemeriksaan sample bisa dilakukan dengan cepat. Dalam sekali running, alat PCR portablle ini bisa mengolah sebanyak 8 sample dengan waktu 45 menit saja sampai mendapatkan hasil. Namun untuk saat ini, alat PCR Portable digunakan untuk sample yang urgent saja.  Alat inu pernah digunakan oleh bupati dan beberapa pejabat yang sempat Akontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. 

Eni menambahkan, PCR Portable juga bisa digunakan untuk mempercepat tracing, pada pasien yang suspect Covid-19. Diamencontohkan, ada pasien yang meninggal dan diduga Covid-19. Agar lebih cepat mengetahui kondisi sebenarnya, maka alat PCR Portable ini digunakan untuk melakuka uji sampelnya. Selain itu, alat ini juga cukup simpel, sehingga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan di daerah-daerah yang terpencil, yang memiliki keterbatasan akses.

"PCR Portable ini kami gunakan untuk hal yang sangat urgent saja. Tapi memang sangat membantu sekali dalam mempercepat tracing," tukasnya. (Maman Suharman)