Covid-19 Melonjak, ASN Garut 75

Covid-19 Melonjak, ASN Garut 75
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Pemkab Garut setempat menyiapkan sistem tata kerja pegawai di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berpola work from home (WFH/bekerja dari rumah) sebesar 75 persen, dan work from office (WFO/bekerja dari kantor) sebesar 25%.

Rencana penerapan tata kerja flexible WFH 75 persen dan WFO 25% tersebut beredar melalui grup WhatsApp di kalangan pegawai Pemkab Garut berupa rancangan pelaksanaan sistem kerja ASN Pemkab Garut yang disebut-sebut akan dibuatkan Surat Keputusan Bupati Garut secara resmi. 

"Rencananya memang seperti itu, akan diberlakukan WFO 25 persen dan WFH 75 persen. Tapi belum jelas siapa-siapa yang akan dibagitugaskannya nanti. Kemungkinan diberlakukan mulai Selasa (22/9/2020). SK (Surat Keputusan) maupun Perbup (Peraturan Bupati)-nya kan belum ada," kata Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut Diar Cahdiar, Minggu (20/9/2020).

Dari edaran ditujukan kepada para Kepala Perangkat Daerah Pemkab Garut itu disebutkan pembagian WFH 75 persen dan WFO 25 persen bagi pegawai Pemkab Garut itu diputuskan berdasarkan hasil rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Garut pada 19 September 2020 berkaitan peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan, dan diberlakukan mulai 21 September 2020. 

Diingatkan, dalam pelaksanaan WFO 25 persen dan WFH 75 persen itu tetap memperhatikan Surat Edaran Bupati Garut Nomor 188.34/2300/BKD tertanggal 4 Juni 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19 (COVID- 19) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Antara lain diatur ditiadakannya sementara kegiatan Apel Gabungan, Apel Pagi dan Apel Sore secara fisik bagi ASN yang WFO. Namun, menggantikannya dengan Apel secara virtual bagi ASN WFO dan WFH pada masing-masing Perangkat  Daerah.

Khusus bagi ASN bertugas di wilayah kecamatan, pembagian jumlah ASN yang bekerja secara WFO dan WFH agar berpedoman pada status yang perlaku pada warna zonasinya yang ditetapkan Gugus Tugas dengan dikonsultasikan kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Kasus positif Covid-19 di Garut sendiri per 19 September 2020 mencapai sebanyak 193 kasus dengan sembilan kasus kematian. Dari jumlah tersebut, tak diketahui berapa banyak ASN tertular. Kepala Dinas Kesehatan Garut Maskut Farid bungkam ditanya persoalan tersebut. Pun Sekretaris Dinas Kesehatan yang juga Koordinator Bidang Perencanaan Data Pakar Data dan Analisis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Leli Yuliani.

Akan tetapi sebelumnya, dia menyebutkan per 9 September 2020, jumlah ASN tertular Covid-19 mencapai sebanyak empat orang.(zainulmukhtar)