Duet Kakak-Adik Ipar Berujung di Penjara

Duet Kakak-Adik Ipar Berujung di Penjara
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Duet maut kakak dan adik ipar, Wawan Hermawan (28) dan Sandi Firmansyah (21) berujung di balik jeruji Polres Cimahi. Keduanya merupakan pencurian dengan kekerasan (Curas) spesialis roda dua.

Keduanya diamankan Sat Reskrim Polres Cimahi di desa Buninagara, Kabupaten Bandung. Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti berupa enam unit sepeda motor roda dua berbagai merek dan jenis.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana mengatakan, keduanya ditangkap setelah pihaknyamendapat laporan perampasan sepeda motor di Kawasan Kota Baru Parahyangan pada Juli 2020.

”Modusnya tersangka memesan meminta korban diantarkan ke Kota Baru tanpa aplikasi. Setelah tiba di sana korban ditendang dan mukanya diolesi sambal,” katanya kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Setelah menerima laporan korban, tim langsung melakukan penyelidikan, dan akhirnya menemukan ciri-ciri motor korban yang akan dijual secara online lewat media sosial facebook. Setelah diselidiki, akhirnya tim menangkap Sandi Firmansyah di Buninagara Kabupaten Bandung pada 3 September 2020.

Dari hasil pemeriksaan, Sandi ternyata merupakan penadah barang curian Wawan yang tak lain merupakan adik iparnya. Tak lama kemudian, tim kembali menangkap Wawan  pemasok barang curian kepada Sandi.

”Jadi semua motor curian yang dilakukan tersangka Wawan dijual kepada Sandi yang tak lain adik iparnya sendiri,” ujarnya.

Kepada polisi, tersangka mengakui sudah 17 kali melakukan pencurian dalam setahun terakhir. Sebanyak 12 di antaranya dilakukan di wilayah hukum Polres Cimahi, 5 sisanya dilakukan di berbagai wilayah.

"Rata-rata korbannya ojek pangkalan dan ojek online. Modusnya sama, membalur wajah korban dengan sambal," sebut Yoris.

Pihaknya masih melakukan pengembangan sebab tak menutup kemungkinan ada Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya. Apalagi barang bukti yang diamankan baru 7 unit kendaraan. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 365 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Ahmad Sayuti)