Kota Bandung Masih Kaji Soal Larangan Masker Scuba dan Buff

Kota Bandung Masih Kaji Soal Larangan Masker Scuba dan Buff
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terkait adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk tidak menggunakan masker scuba dan buff. 

"Poinnya adalah harus berkoordinasi dahulu dengan dinas terkait. Nanti kan ada analisanya seperi apa. Kita tidak bisa seenaknya membuat satu kesimpulan," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Senin (21/9/2020). 

Hal senada dikatakan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ema Sumarna. Dia menyebut, larangan penggunaan masker scuba dan buff harus terlebih dahulu dikaji sebelum diputuskan untuk dilaksanakan. 

Dia menjelaskan, pemerintah kota telah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwal) No 19 Tahun 2020. Sehingga bagi pihak manapun yang ingin berkontribusi memberikan bantuan, diimbau tidak memberikan masker scuba dan buff. 

"Seusai Perwal. Ke depan, kita akan mengimbau kepada siapapun yang menyumbang bantuan salah satunya masker, agar masker yang diberikan seperti apa. Tentunya harus memenuhi rekomendasi standar kesehatan dan aturan," kata Ema. 

Dia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan apabila pemerintah kota terus melakukan razia masker scuba dan buff. Kegiatan itu sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat jenis-jenis masker yang tepat dan direkomendasikan. 

"Bisa saja nanti razia masker (scuba dan buff), dan petugas akan menyarankan untuk diganti dengan masker yang tepat. Nanti kita akan edukasi dan sosialisasikan sambil membagikan jenis masker yang tepat untuk masyarakat," ucapnya. 

Ema menambahkan, Pemkot Bandung belum melakukan imbauan atau larangan secara tertukis terkait hal tersebut. Namun tetapi, imbauan secara lisan tentang larangan penggunaan masker scuba dan buff telah dilakukan pihaknya. 

"Di pengetatan adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, sudah tidak akan lagi ada tindakan yang bersifat persuasif atau ruang peringatan bagi para pelanggar seperti sebelumnya, jadi sekarang setiap pelanggaran akan langsung ditindak," ujar dia. (Yogo Triastopo)