7 Kecamatan di Garut Zona Merah Covid-19

7 Kecamatan di Garut Zona Merah Covid-19
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Garut- Kendati terdapat sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Garut memiliki sepuluh lebih kasus positif Covid-19, hal itu tak membuat kecamatan bersangkutan berada pada zona merah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat menilai hanya ada tujuh kecamatan masuk pada zona merah dalam rentang 15 hingga 20 September 2020. Itu pun tidak semua kecamatan tersebut memiliki sepuluh lebih jumlah kasus positif Covid-19-nya. Bahkan terdapat Kecamatan Banyuresmi yang memiliki sebanyak enam kasus positif masuk pada zona merah. 

Padahal ada sebanyak 12 kecamatan yang jumlah kasus positifnya mencapai enam kasus lebih. 
Hanya ada enam kecamatan dengan jumlah sepuluh lebih kasus positifnya terkatagori masuk pada zona merah. Sedangkan tiga kecamatan lainnya masuk pada zona oranye dengan level kewaspadaan Covid-19 berisiko sedang. 

Selengkapnya ketujuh kecamatan masuk pada zona merah level kewaspadaan Covid-19 tingkat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Garut Kota dengan jumlah kasus positif sebanyak 22 kasus, Karangpawitan (14 kasus), Tarogong Kidul (22 kasus), Banyuresmi (6 kasus), Sukawening (18 kasus), Cilawu (13), dan Kecamatan Cikajang (12).

Sedangkan sembilan kecamatan memiliki jumlah kasus positif Covid-19 lebih dari sepuluh kasus itu yakni Kecamatan Tarogong Kidul (22), Garut Kota 22 kasus, Sukawening 18 kasus, Karangpawitan 14 kasus, Selaawi 14 kasus, Tarogong Kaler 13 kasus, Cilawu 13 kasus, Cikajang 12 kasus, dan Kecamatan Bayongbong 12 kasus.

Sebanyak tiga di antara kecamatan tersebut masuk zona oranye yakni Kecamatan Selaawi (14 kasus), Tarogong Kaler (13 kasus), dan Bayongbong (12 kasus).

Kendati hanya tujuh kecamatan masuk zona merah, jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode 5-14 September 2020 yang hanya mencakup lima kecamatan pada zona merah. 
Secara keseluruhan, kecamatan masuk pada zona oranye mencapai sebanyak tujuh kecamatan.

Yakni Kecamatan Selaawi (14 kasus), Tarogong Kaler (13 kasus), Bayongbong (12 kasus), Cibatu (9 kasus), Wanaraja (7 kasus), Kadungora (5 kasus), dan Kecamatan Balubur Limbangan (2 kasus).

Kecamatan Wanaraja sebelumnya berada pada zona merah namun kini turun pada zona oranye. Kendati jumlah kasus positif Covid-19 di Wanaraja mencapai tujuh kasus, melebihi kasus positif di Kecamatan Banyuresmi pada zona merah yang memunyai enam kasus positif. 

Sedangkan kecamatan masuk zona kuning dengan level kewaspadaan beriziko rendah mencapai sebanyak 13 kecamatan. Yakni Kecamatan Cisurupan (6 kasus), Leuwigoong (4 kasus), Samarang (3 kasus), Pangatikan (2 kasus), Kersamanah (2 kasus), Leles (2 kasus), Cigedug (2 kasus), Pasirwangi (1 kasus), Sukaresmi (1 kasus), Bungbulang (1 kasus), Talegong (1 kasus), Kecamatan Cibiuk (1 kasus), dan Kecamatan Malangbong (nol kasus positif).
Sebanyak 15 kecamatan lainnya masuk pada zona hijau dengan riziko belum terdampak. Semuanya tidak terdapat satu pun kasus positif Covid-19 melainkan kasus suspek dan kontak erat. Yakni Kecamatan Sucinaraja, Karangtengah, Singajaya, Cihurip, Banjarwangi, Peundeuy, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Cibalong, Mekarmukti, Pakenjeng, Cisewu, Caringin, dan Kecamatan Pamulihan.  

Berkaitan lonjakan kasus Covid-19 di Garut dalam beberapa hari terakhir, Wabup Garut Helmi Budiman kembali mengingatkan semua unsur masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. 

"Memakai masker, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan massa. Dan, rajin mencuci tangan, saat membeli makanan untuk dibawa pulang !" ingat Wakil Ketua IV Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut itu.(zainulmukhtar)