Terbaru, 12 Orang Pegawai Pemkab Bogor Terpapar Covid 19

Terbaru, 12 Orang Pegawai Pemkab Bogor Terpapar Covid 19
istimewa

INILAH, Bogor-Klaster penyebaran wabah virus corona (Covid 19) terus meluas, setelah sebelumnya terjadi di Dinas Kesehatan, Kantor Bagian Pengadaan Barang Jasa, Setda dan DPRD Kabupaten Bogor, kali ini terjadi di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) serta PDAM Tirta Kahuripan.

Dari kasus penyebaran wabah Covid 19 diatas, 12 orang dinyatakan terpapar wabah Covid 19 dan 3 orang lainnya reaktif Covid 19 setelah menjalani rapid test. 3 orang tersebut langsung di swab test oleh jajaran Dinas Kesehatan dan akan umumkan kemudian hasil testnya.

"Hasil swab test terbaru ada 12 pegawai Pemkab Bogor yang masuk ke dalam  klaster penularan wabah Covid 19, 5 orang pegawai DPU-PR, 3 orang pegawai PDAM Tirta Kahuripan, 3 orang pegawai Bappenda dan 1 orang lainnya pegawai DPKPP," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Selasa, (22/9).

Wanita berusia 52 tahun ini menambahkan satuan tugas penangganan Covid 19  langsung memtracing, merapid dan menswab test para pegawai di dinas atau instansi tersebut.

"Kepada pegawai lain yang kontak langsung itu diswab test dan bagi yang tidak komtak langsung dilakukan rapid test, hasil rapid test 3 orang pegawai DPU-PR dinyatakan reaktif," tambahnya.

Ade menuturkan sejauh ini penyebaran wabah Covid 19 ada yang berasal dari keluarganya dan ada juga yang berasal dari kontak di luar kantor dinas atau Kantor PDAM Tirta Kahuripan.

"Penularan atau penyebaran wabah Covid 19 ada yang berasal dari keluarga dan juga ada penyebab lainnya, bagi yang terpapar maupun reaktif Covid 19 maka ada yang kami rawat di rumah sakit dan karantina mandiri minimal 7 hari dan maksimal 14 hari," tutur Ade.

Ia menjelaskan untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah Covid 19,  Kantor Bappenda, DPU-PR, DPKPP dan PDAM Tirta Kahuripan ditutup sementara hingga 14 hari.

"Kantornya saja yang ditutup sementara sebagian pelayanan masyarakat tetap buka karena pegawai Bappenda, DPU-PR, DPKPP dan PDAM Tirta Kahuripan tetap bekerja dari rumah," jelasnya.

Ade melanjutkan agar Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kantor Pemerintah Kecamatan, Kantor Pemerintah Desa dan Kantor Kelurahan mengetatkan protokol kesehatan Covid 19.

"Protokol kesehatam Covid 19 saya mibta diperketat seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer. Selain itu kita juga harus rutin meminum vitamin agar daya tahan tubuh kita selalu terjaga hingga menciptakan zat imun dan bebas dari wabah Covid 19," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)